Adds
Adds
Ini dia Sosok Pahlawan Perempuan Yang Bisa Menjadi Panutan Kamu
15 November 2018
Bagikan :

DI balik kelembutannya, perempuan memiliki kekuatan yang bisa mengubah dunia. Di Indonesia, deretan pahlawan nasional perempuan menjadi inspirasi bagi seluruh perempuan di tanah air. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya

Raden Ajeng Kartini – Jepara


Salah satu perempuan inspiratif Indonesia ini terkenal dari usahanya memperjuangkan hak-hak perempuan. Berkat pemikirannya yang maju, perempuan Indonesia kini sudah bisa bekerja serta menempuh jenjang pendidikan yang tinggi. Raden Ajeng Kartini menuliskan pemikirannya tentang kondisi sosial terutama kondisi perempuan pribumi dalam bentuk surat. Surat-surat tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kemudian dikumpulkan hingga menjadi sebuah buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”. 

Cut Nyak Dien – Aceh


Pahlawan perempuan inspiratif dari Aceh ini turut berjuang melawan Belanda saat Perang Aceh. Kematian suaminya saat bertempur melawan Belanda membuatnya marah hingga bersumpah akan menghancurkan Belanda. Cut Nyak Dien kemudian ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Karena pasukan Belanda khawatir akan kehadirannya di Aceh, beliau kemudian dibuang ke Sumedang hingga akhir hayatnya.

Cut Nyak Meutia – Aceh

   
Cut Nyak Meutia juga berasal dari Aceh. Paras cantiknya seringkali menghiasi pertempuran melawan Belanda di Aceh Utara. Beliau berjuang bersama dengan suaminya, Teuku Chik Tunong. Suaminya kemudian ditangkap dan ditembak mati Belanda. Perjuangan melawan Belanda berlanjut bersama suami barunya Pang Nanggroe. Namun, suaminya tewas terkena tembakan Belanda. Cut Meutia akhirnya berjuang sendiri bersama pasukannya hingga wafat.

Raden Dewi Sartika – Jawa Barat


Raden Dewi Sartika adalah salah satu tokoh perintis pendidikan untuk kaum perempuan. Ketertarikannya terhadap dunia pendidikan sudah ditunjukkan sejak Dewi Sartika masih kecil. Konon, sejak kecil setelah pulang sekolah, Dewi Sartika kerap kali bermain dengan memperagakan praktik guru di sekolah, mengajari baca tulis, dan bahasa Belanda kepada anak-anak pembantu di kepatihan. Hingga akhirnya anak-anak pembantu di kepatihan bisa menulis dan membaca dalam bahasa Belanda. 

Hj. Fatmawati Soekarno – Bengkulu


Ibunda dari presiden kelima Indonesia, Ibu Megawati Soekarno Putri ini adalah istri ketiga dari Presiden pertama RI, Soekarno. Fatmawati juga dikenal karena jasanya menjahit bendera pusaka Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta, 17 Agustus 1945. 

Semangat dan kegigihan mereka sangat menginspirasi ya, Ladies.

Komentar (0)

ads article