Adds
Adds
Batik Mega Mendung Dengan Motif Unik dan Filosofinya
13 Oktober 2018
Bagikan :

Ini dia salah satu jenis motif khas batik indonesia yang juga sangat populer bahkan sampai ke penjuru dunia. Batik mega mendung juga disebutkan sebagai salah satu hasil karya batik terbaik di Indonesia. Hadir dengan motif yang cantik dan elegan membuat motif batik mega mendung disukai oleh banyak orang. Motif batik mega mendung ini sangatlah unik. Sesuai dengan namanya yaitu mega yang berarti langit atau awan, dan mendung yang berarti langit meredup seperti ketika akan turun hujan. Motif dari batik ini pun berbentuk seperti awan dengan lekukan khas yang indah untuk dilihat. Gambar awan pada motif batik mega mendung ini wajib memiliki 7 gradasi warna yang menggambarkan 7 lapisan langit. Namun semakin kesini, jumlah gradasi warna yang terbentuk pada gambar awan motif batik ini tidak selalu memiliki 7 warna gradasi, dan bahkan ada yang tidak memiliki gradasi warna. Hal ini disebabkan oleh tuntutan dan permintaan pasar. Sebenarnya mengurangi dan bahkan menghilangkan tingkat gradasi warna batik mega mendung juga akan mengurangi esensi nilai luhur dari sebuah kain batik mega mendung.

 

Motif batik mega mendung mengandung filosofi yang tinggi bagi para pemakainya. Filosofinya adalah, setiap manusia harus mampu meredam amarah dalam kondisi buruk seperti apa pun. Jangan sampai kehilangan arah dan tidak dapat mengontrol sikap dan perilaku. Kita semua haruslah bisa bersikap bijaksana dan tenang dalam setiap kondisi yang kita alami. Seperti awan yang muncul untuk menlindungi diri kita dari panas, dan memberikan kesejukan ketika mendung. Warna yang dituangkan pada motif batik mega mendung juga tentunya memiliki arti yang penting yaitu sebuah kepemimpinan yang bijaksana dan mengayomi rakyatnya yang ditunjukkan oleh warna biru yang dipadu dengan gradasi warna sebanyak 7 lapis pada gambar awan. Hal inilah yang membuat motif batik mega mendung yang terlihat sederhana, namun sesungguhnya menyimpan banyak filosofi dan makna yang berharga dan bernilai tinggi.

Berdasarkan sejarahnya, motif batik mega mendung disebutkan dibuat oleh Pangeran Losari yang juga keturunan dari Sunan Gunung Jati. Diawali dari datangnya bangsa Tiongkok ke daerah Cirebon tempat asal batik mega mendung ini, dan juga pernikahan Sunan Gunung Jati dengan ratu Ong Tien dari Tiongkok. Sejak itu, orang-orang di Cirebon terbiasa melihat barang-barang khas Tiongkok yang juga dihiasi dengan gambar awan. Meskipun sama-sama bergambar awan, namun tentunya karya Tiongkok dan karya Indonesia tercinta memiliki perbedaan. Motif awan dari Tiongkok memiliki garis awan yang berbentuk lingkaran atau bulatan. Dan sedangkan motif awan pada batik mega mendung dari Cirebon, Indonesia ini memiliki garis awan yang berbentuk lebih lonjong, dan menyerupai wajik.



Komentar (0)

ads article