Adds
Adds
Trik Berbicara dengan Orang Berwatak Keras Agar Kamu Tidak Ikut Emosi
23 September 2018
Bagikan :

Terkadang, kamu akan menghadapi masa di mana kamu bertemu dengan orang-orang berwatak keras yang hobi mengkritik, mengomentari atau berbicara dengan nada yang tidak enak lho ladies. Jika sudah mengalami hal yang demikian, kamu perlu beberapa trik untuk menghadapinya agar tidak terjadi kesalah pahaman. Berikut ini tips tentang bagaimana berkomunikasi dengan orang-orang berwatak keras tersebut agar relasi tetap terjalin baik tanpa kesalahpahaman.

 

  1. Berbicaralah dengan jelas dan penuh percaya diri

Jangan terintimidasi olehnya, kamu juga harus berkata dengan jelas dan percaya diri. Seseorang dengan watak yang keras akan cenderung memandang orang lain lemah dan mudah untuk digerakkan. Jadi, buat dia bergantung pada norma-norma tidak tertulis yaitu menghargai semua orang bahkan yang tidak pantas dihargai sekalipun.

 

  1. Membedakan bantuan tulus atau tidak, jangan asal menerimanya saja

Orang-orang berwatak keras biasanya akan bersikap seolah menolongmu namun justru akan membuatmu lebih lemah setelah dibantu olehnya. Kamu harus bisa membedakan apakah tawaran artinya itu tulus atau sekadar ingin menunjukkan siapa dirinya di hadapanmu ladies.

Sebaliknya, karena orang dengan watak keras memiliki egoisme yang tinggi, kamu harus tahu kondisi kapan kamu harus menolongnya atau tidak. Tak semua orang yang berkarakter seperti ini mau membantu orang lain lho.

 

  1. Bersikap Profesional

Kamu harus sudah mulai menetapkan batas antara dirimu dan dia. Perlakukan orang tersebut sewajarnya saja, jika dia rekan kerjamu, maka perlakukan selayaknya rekan kerja, tidak lebih. Serta, alangkah baiknya untuk tidak berhubungan dengannya di luar jam kerja dengan alasan apapun. Pembatasan hubungan ini berguna untuk menjaga hubunganmu dengannya tetap sehat.

 

  1. Tahu kapan kamu harus berhenti berdebat dengannya, jangan terpancing emosi dan memakan umpan darinya

Kadang-kadang ketika berkomunikasi dengan orang-orang semacam ini kamu benar-benar ingin menjawabnya dan menekankan egoismu, mempertahankan sudut pandang yang kamu miliki, atau menunjukkan kesalahan dalam perilaku mereka. Namun dengan demikian kamu justru mengambil umpan karena mereka mencari sedang penegasan diri melalui perselisihan atau konflik, itu tidak benar.

 

Juga, jika dalam sebuah konflik lawan bicaramu sudah jelas beberapa langkah di depanmu, maka sebaiknya kamu diam karena konflik akan sia-sia jika kamu menanggapinya. Semoga bermanfaat ya ladies.

 

Komentar (0)

ads article