#MEMESONAITU; BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI & MENERIMA DIRI APA ADANYA

by Irawati Hamid / 10 April 2017
Wanita seperti apakah yang dikatakan memesona? Bila pertanyaan itu diajukan pada saya beberapa tahun yang lalu, maka jawabannya adalah wanita yang memiliki tubuh "montok dan berisi".

Tak peduli apakah wanita itu memiliki paras yang rupawan atau paras yang biasa saja, tak peduli wanita itu memiliki kulit yang putih bersih atau cokelat, tak peduli wanita itu memiliki rambut panjang hitam lurus dan berkilau ataukah rambut ikal bergelombang, di mata saya, asalkan tubuhnya montok dan berisi, maka ia adalah wanita yang memesona.

Ada alasan yang mendasari saya berpikir demikian. Sejak kecil hingga remaja saya dibully oleh teman-teman karena memiliki bentuk tubuh yang "langsung ke bawah" alias kurus kering. Tubuh saya yang tak montok dan berisi seperti teman yang lain membuat saya menjadi sasaran empuk mereka untuk dihina sesuka hati. Dengan semena-mena mereka memanggil saya "kutilang" alias kurus tinggi tinggal tulang. :(

pic source: https://www.123rf.com/stock-photo/stop_bullying.html

Perilaku yang saya terima tersebut sukses membuat saya menjadi pribadi yang rendah diri. Secara pelan tapi pasti saya membentuk sebuah opini di dalam hati dan pikiran bahwa bila ingin dipandang menarik dan memesona, saya harus memiliki satu hal yaitu "badan montok dan berisi". 

Maka sejak saat itu saya mulai berusaha untuk menggapai standar tersebut. Beragam cara saya lakukan untuk menjadi menarik sesuai standar yang saya tetapkan.

Demi memiliki tubuh idaman yang terlihat memesona, tak ragu saya mencari tahu dan bertanya pada setiap orang yang memiliki "tubuh menarik" tentang apa rahasia mereka hingga bisa memiliki tubuh seperti yang saya idamkan.

Saya melakukan apapun yang disarankan mulai dari makan dengan porsi besar, tidur setelah makan, dipijat, minum susu hingga minum jamu yang sangat pahit yang diklaim dapat menggemukkan badan dalam sekejap. Demi mendapatkan bentuk badan "ideal" saya rela melakukan hal yang tidak saya sukai, hiks :'(

Apakah cara yang saya lakukan tersebut berhasil? Jawabannya adalah TIDAK, badan saya tetap saja kurus dan tak berbentuk. Makan dalam porsi besar malah membuat saya muntah-muntah. Tidur setelah makan hanya sukses membuat perut saya buncit hingga membuat saya terlihat seperti orang yang busung lapar alias hanya perut doang yang besar :(

Belum lagi minum susu yang memang sedari awal kurang saya sukai. Minum jamu yang pahitnya amit-amit, yang setiap kali meminumnya saya harus menahan air mata karena tersiksa dengan rasanya. Semua yang saya lakukan sia-sia. Alih-alih mendapatkan bentuk tubuh ideal, yang saya dapatkan adalah penderitaan lahir batin. 

Maka setelah banyak usaha yang saya lakukan tidak membuahkan hasil, akhirnya saya sadar bahwa yang saya lakukan itu salah. Bahwa pemikiran saya tentang "memesona adalah montok dan berisi" itu harus saya kaji kembali.

Saya mulai berpikir, bagaimana orang hendak menghargai saya bila saya sendiri tidak menerima diri saya apa adanya? Bagaimana orang akan melihat pesona saya bila saya sendiri belum nyaman dengan tubuh saya dan belum menerima diri saya apa adanya? 

Pelan-pelan saya mulai menerima bahwa mungkin saya memang ditakdirkan untuk memiliki badan yang seperti ini. Toh saya sudah melakukan berbagai macam cara tapi tak membuahkan hasil. Akhirnya saya menyerah, lebih tepatnya berdamai dengan diri sendiri.

Yup, dalam rasa kecewa saya memutuskan untuk berdamai dengan diri sendiri dan menerima diri saya apa adanya. Saya mulai sadar bahwa pesona saya tidak hanya terletak pada bentuk badan yang montok dan berisi saja.

Ada banyak hal lain yang saya miliki yang bisa saya kembangkan dan membuat pesona saya terlihat. Hal yang selama ini tidak saya sadari dan kurang saya kembangkan karena terlalu terobsesi ingin memiliki bentuk tubuh ideal yang akhirnya membuahkan penderitaan.

Akhirnya saya hapus standar yang sudah saya tetapkan selama bertahun-tahun tersebut. Saya menetapkan standar baru bahwa wanita #MemesonaItu adalah wanita yang menghargai dirinya, yang mau berdamai dengan dirinya sendiri dan menerima dirinya apa adanya. 

#MemesonaItu: Berdamai dengan diri sendiri & menerima diri apa adanya


Setelah berdamai dengan diri sendiri dan menerima diri saya apa adanya, saya merasakan kelegaan yang luar biasa, sebuah rasa yang selama ini belum pernah saya rasakan.

Tak ada lagi rasa tersiksa seperti sebelum-sebelumnya. Tak ada lagi rasa terganggu dengan pandangan orang-orang terhadap bentuk tubuh saya. Pokoknya, saya masa bodoh dengan pandangan mereka terhadap fisik saya. Bahasa kasarnya, terserah deh mau nilai saya seperti apa, saya tidak peduli lagi dengan pandangan kalian terhadap saya.

Selain berdamai dengan diri sendiri dan menerima diri saya apa adanya, ada beberapa hal lagi yang saya lakukan agar merasa semakin memesona, di antaranya:

*Percaya diri
Saya meyakini bahwa orang yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi akan terlihat lebih memesona dibanding orang yang pemalu. Maka saya pun memupuk rasa percaya diri tersebut. Setelah menerapkannya, alhamdulillah saya merasa lebih memesona.

*Mananamkan dalam jiwa bahwa saya memang wanita yang memesona
Bagaimana orang hendak melihat pesona saya bila saya sendiri tidak merasa memesona? Maka agar orang lain bisa melihat dan merasakan pesona yang saya miliki, saya terlebih dulu harus menanamkan dalam jiwa bahwa saya adalah orang yang memesona. 

*Lakukan kegiatan yang disukai alias menekuni hobby
Hal lain yang saya lakukan agar terlihat lebih memesona adalah melakukan kegiatan yang saya sukai alias menekuni hobby. Selama ini saya suka menulis maka saya tekuni hobby tersebut dengan membuat blog. Saya bersyukur karena hobby yang saya tekuni bisa memberi banyak manfaat baik yang berbentuk materi maupun kepuasan batin.

*Selalu optimis dan berpikir positif 
Selalu optimis menjalani hidup dan berpikiran positif berhasil membuat saya merasa menjadi manusia yang lebih baik dan lebih memesona. 

* Banyak bersyukur
Bersyukur membuat saya semakin menyadari bahwa tak ada yang sempurna di dunia ini. Ada banyak hal yang saya syukuri, salah satunya yang dulu hampir saya lupakan adalah bersyukur atas kesehatan yang sudah diberikan Tuhan kepada saya. Alhamdulillah, walau badan tak semontok orang lain tapi saya bersyukur masih terus diberi kesehatan olehNya.


Oh iya, setelah melewati banyak hal yang kurang menyenangkan di masa lalu terkait fisik saya, ada satu hal lagi yang paling saya syukuri yaitu dipertemukan dengan seorang pria yang menerima saya apa adanya. Ia benar-benar menghargai saya dengan segala kelebihan dan kekurangan yang saya miliki. Lelaki yang selalu memberi dukungan terhadap apapun yang saya lakukan.

Dukungannya semakin meyakinkan saya bahwa #MemesonaItu bukan hanya tentang memiliki fisik yang sempurna tapi tentang bersyukur dengan apa yang dimiliki dan menerima diri apa adanya.

Hidup bersamanya adalah anugerah yang tak akan berhenti saya syukuri karena berada di sampingnya semakin menyadarkan saya bahwa saya adalah wanita yang memesona.

lelaki yang semakin meyakinkan saya bahwa #MemesonaItu bukan hanya tentang fisik saja


Itulah arti memesona yang kini saya yakini. Sungguh sangat berbeda jauh dengan yang dulu saya pikirkan yaa. Kedewasaan sungguh membuat saya lebih bijak dalam memahami sesuatu, termasuk tentang arti pesona seorang wanita :)