Memesona itu Berbagi Memesona

by Tanri Julianti / 10 April 2017

#Memesonaitu bagi saya sebuah tindakan nyata untuk berbagi #memesona orang lain juga. Saat apa yang kita lakukan dapat menginspirasi orang lain dan membuat orang lain tersebut melakukan hal yang sama bahkan lebih dari apa yang kita lakukan. Itulah yang saya artikan sebagai #memesonaitu. Tak perlu dimulai dengan melakukan hal besar, cukup memulai dari hal yang sederhana dan yang bisa kita lakukan. Apa yang saya mulaipun dimulai dari hal sederhana itu bahkan tanpa saya duga sebelumnya.


Bermula saat saya tak sengaja melihat seorang ibu membuang sampah di sungai berkantung-kantung tanpa ada beban sedikitpun, seolah hal wajar bila sungai menjadi tempat pembuangan sampah yang paling praktis. Hal tersebut membuat saya tiba-tiba berpikir, daripada membuang sampah di sungai, alangkah lebih baik bila "membuang" bibit ikan saja di sungai. Toh judulnya sama-sama membuang kan. Berbekal satu kantong bibit ikan, dimulailah langkah kecil dengan membuang bibit ikan tersebut di salah satu sungai secara rutin tiap bulannya. Pada awalnya, apa yang saya lakukan menimbulkan tanda tanya besar bagi para warga yang melintas. Ada yang terlihat bingung atas apa yang saya lakukan, tak sedikit yang bertanya langsung dan hanya saya jawab dengan senyuman. Apakah senyuman saya termasuk #memesonaitu ? Tentu bukan.


Hingga beberapa bulan setelahnya, rasa penasaran mereka akhirnya terjawab dengan sendirinya. Terdapat beberapa warga yang mulai memancing dengan wajah puas terpancar saat ikan-ikan memakan umpan yang dikailkan. Ternyata bibit ikan yang pernah saya "buang" tersebut sudah menjadi ikan-ikan dewasa yang siap dipanen dan memberikan kehidupan baru bagi warga sekitar.


Perubahan pun sudah mulai terlihat, kuantitas sampah yang dibuang ke sungai jauh berkurang. Mungkin ada perasaan malu saat akan membuang sampah, sedangkan yang lain sedang memancing dengan riangnya.


Kabar baiknya, terkadang saya melihat ada warga yang mulai berpartisipasi menebar bibit ikan juga. Senang rasanya, saat apa yang kita lakukan, bisa menjadi rantai kebaikan untuk #memesona orang lain juga. Warga kinipun tak lagi membuang sampah di sungai, mereka mulai peduli akan keberadaan sungai yang bukan sebagai tempat sampah, tetapi sebagai sumber kehidupan. 


Dengan langkah kecil perubahan ini, semoga bisa menjadi langkah-langkah kecil lainnya yang bisa berdampak besar bagi banyak orang.


Saat #Memesonaitu bisa menjadi hal nyata, saat itulah #memesonaitu dinyatakan berhasil untuk #memesona siapa saja. Saat ini, apa yang sudah saya lakukan mendapat dukungan dari tempat saya bekerja, sehingga tiap bulannya, tak hanya 1 kantung bibit ikan, bahkan puluhan kantung bibit ikan siap kami "buang" ke sungai. Senang sekali saat apa yang saya lakukan, bisa mendapat dukungan penuh dan menjadi kegiatan rutin.


Oh ya, ada satu hal yang berubah saat saya memulai ini semua. Ada rasa syukur dan terima kasih atas segala kesempatan untuk menjadi berguna dan bermanfaat. Bila saat kita memberi biasanya diberikan ucapan terima kasih. Sepertinya harus diubah, saat bisa berbagilah sepantasnya ucapan terima kasih tersebut kita sampaikan. Seperti halnya #memesonaitu adalah ungkapan terima kasih dengan tindakan tulus. 

Saya sudah #memesona satu sungai, saatnya giliran kalian #memesona sungai lainnya, atau "sungai-sungai" versi kalian sendiri ya. Bukankah setiap dari kita dapat #memesona dengan versi terbaik dari diri kita tanpa takut tampil beda.