Memesona Itu di Tengah Segala Keterbatasan Masih Memiliki Keberanian

by Nyi Penengah Dewanti / 10 April 2017
Nyipenengah.com - Setiap langkah  yang kita ambil dalam kehidupan, membutuhkan keberanian. Saat kita hanya diam ditempat, bisa dipastikan kita akan kehilangan kesempatan kali kesekian. Begitu juga perihal mengungkapkan perasaan, perlu perjuangan dan pembuktian.

Dahulu, di tengah keterbatasan saya dengan uang jajan saya bekerja paruh waktu di rumah makan. Di kemudian, terbentur dana untuk menyekolahkan si bungsu, saya terbang ke negeri tirai bambu untuk masa depan. Setelah menghadapi polah majikan, yang setengah keterlaluan. Saya menuliskan sebagian kisah seduh sedan dan menjadikannya sebuah buku kenang-kenangan hingga akhirnya dilirik penerbitan.

Sekembalinya saya ke negeri tercinta, saya meneruskan menggapai impian untuk kuliah sembari bekerja di perusahaan digital. Sepertinya mulus ya? Ternyata penuh perjuangan, harus membagi penghasilan untuk biaya kuliah, kostan, makan, belum lagi perempuan yang demen banget belanjaan. Keluarga semuanya jauh, mas di Batam, adik di Korea dan ibu di Bali. Kami masing-masing berjuang, di atas kerinduan yang semakin menjulang.

Mungkin Tuhan memang telah mempersiapkan, segala ujian demi ujian. Perlahan namun pasti, Tuhan pasti telah mempersiapkan jalan terang di depan sana. Saya tidak pernah menyesali atau menyimpan dendam kepada Tuhan, karena saya yakin di akhir cerita nanti akan ada bahagia untuk kita. Bila kita bersabar, bila kita mampu melalui proses dari-Nya. Karena bagi saya #Memesonaitu disegala himpitan yang terus dijejalkan kepada kita, kita masih mampu dan memiliki keberanian berjuang bagaimanapun kondisinya.

Karena setiap dari kita tumbuh dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda-beda. Setiap dari kita memiliki cinta dan cerita yang layak untuk diteruskan ke anak cucu kita. Setiap dari kita memiliki perjuangan dan pedoman yang tidak bisa kita sama ratakan. Karena bagi saya #Memesonaitu kebahagiaan, sesulit apa pun jalannya, sejauh apa pun tempat persembunyiannya banyak orang yang akan tetap berjuang untuk mendapatkannya. Karena #Memesonaitu sendiri hakikatnya timbul dari dalam diri sendiri. Saya, kamu dan siapapun itu yuk berjuang untuk mengendalikan diri.

Dengan memesonakan diri, kita akan selangkah lebih maju. Dimana mereka yang sedang berjuang untuk hidup saja, kita sudah melangkah jauh bukan hanya berjuang untuk hidup. Lebih dari itu, berjuang untuk hidup dan mati setelahnya.

Di mana mereka yang sedang berjuang untuk hidup saja, kita sudah melangkah jauh bukan hanya berjuang untuk hidup. Lebih dari itu, berjuang untuk hidup dan mati setelahnya. Salah satu langkah saya tampil memesona:


Dengan cara berpura-pura

Berpura-pura di sini bukan sebagai konotasi yang negatif, lebih kepada mengkondisikan keadaan demi kebaikan bersama. Mungkin bisa saja kita meluapkan hal yang menyesak akan ketidaknyamanan kita. Tetapi orang yang memiliki pikiran dewasa bisa mengendalikan segalanya dengan cara berpura-pura.

Berpura-pura melatih kekedewasaan

Kadang kekedewasaan harus dilatih, dengan tetap menjaga sikap dalam bertindak. Berpura-pura bisa jadi cara terbaik untuk membangun kualitas diri, terhadap sikap orang yang kadang udah dikasih hati dia masih minta yang lain lagi. Karena seringkali pemikiran di masyarakat, berpura-pura mendapatkan konotasi yang negatif padahal tidak selamanya berpura-pura itu negatif. Ada pula sisi positifnya.

Sebagai contoh, beberapa orang mampu meraih kesuksessan dengan keterbatasan fisiknya, padahal sejatinya ia sedang berpura-pura kuat, berpura-pura  merasa ia sama dengan yang lain namun ia mampu berpura-pura menutupi segala keterbatasannya.

Bagaimana versi #Memesonaitu buat kamu?