#MemesonaItu Bijak

by Yoseplin Lastaria / 10 April 2017

        Di era sosial media seperti sekarang, membuat status sangatlah mudah. Saat sedang senang, sedih, galau, kesal, dll hanya dengan mengetik dan klik tombol post. Kehidupan pribadi bukanlah milik kita seorang. tetapi jadi milik kita dan orang-orang yang berteman dengan kita. Hidup rasanya semakin bebas bukan? Tidak ada privasi untuk kehidupan sendiri. Seperti ada yang kurang bila belum eksis di sosial media.

        Facebook, Twitter, Path, Instagram, Pinterest adalah contoh sosial media. Apakah kamu punya semua akun di setiap sosial media? Menyenangkan memang bisa mengunggah apa yang kita mau di sosial media. Apa saja yang biasanya diunggah di sosial media selain status? Hubungan pribadi, makanan, tempat liburan, foto narsis diri sendiri, barang dagangan, perhiasan, rumah, aktivitas sehari-hari, dll. 

        Saya sendiri hanya punya 2 sosial media. yang 1 aktif dan lainnya jarang sekali aktif. Mengelola banyak sosial media sangatlah sulit untuk saya. Tapi ada untungnya juga jarang membuka sosial media. Mengapa?

        Akhir-akhir ini, sosial media dipakai kurang tepat guna. Seperti curhat masalah pribadi atau mencari keuntungan dengan cara yang tidak baik lewat sosial media, bahkan berselingkuh pun diunggah tanpa malu. Atau sekedar ingin tahu tentang orang lain kemudian menyindir orang lain di statusnya yang akhirnya memutus tali pertemanan. Wah, cukup memusingkan buat saya yang sudah menjadi seorang ibu. Buat saya mengurus anak sendiri saja sudah cukup membuat saya senang sekaligus heran karena waktu cepat sekali berlalu, apalagi kalau ditambah mengurusi urusan orang di sosmed.

        Ada ada saja.

        Ya.. Ada ada saja.

        Saya pernah membaca tentang beberapa ibu yang mengunggah di sosmednya kalau mereka lelah dihakimi dengan cara mereka mengasuh, mendidik dan membesarkan anak. Niat mereka sangat baik ingin membagikan cara dalam mengasuh anak bagi oarangtua baru yang mungkin kebingungan. Ada yang berespon positif tapi ada juga yang berespon negatif. Apalagi kalau sudah masalah ASI vs susu formula, gadget, IRT atau ibu bekerja, dan masih banyak lagi,

        Untuk semua para pengguna sosial media yang mungkin membaca artikel saya, bijaklah. Bijak dalam menggunakan sosial media, dalam mengetik kata - kata dengan jemari lincahmu. Karena di zaman sekarang bukan hanya bibir yangharus lebih lambat dalam berucap tapi juga jemari dalam berkomentar terhadap sesuatu di sosial media.

        Anda cantik? Keren? Punya prestasi akademik yang luar biasa? Punya pekerjaan bagus? Punya keluarga yang bahagia? Semua hidupmu terasa sempurna? Kalau begitu bersyukurlah. Tidak perlu ikut menghakimi orang di sosial media karena mereka tidak terlihat sempurna untukmu. #MemesonaItu ketika kamu bisa bijak dalam menggunakan sesuatu dan tidak berlebihan. Ingatlah  bahwa kata kata itu seperti pedang bermata dua. Saat kita tidak bijak dalam berkata - kata bisa saja itu akan berbalik menyerang kita.

        Saran saya, saat anda mulai keranjingan dengan sosial media cobalah untuk mematikan alat komunikasi anda selama satu atau dua hari. Bila tidak memungkinkan, nonaktifkan paket internet anda sehingga alat komnikasi hanya bisa digunakan untuk telepon dan mengirim pesan. Lakukan ini setiap kali anda merasa mulai ketagihan untuk terus membuka sosial media. Bila tidak bisa juga, lakukan hal - hal positif yang bisa membuat anda melupakan sejenak sosial media. Segala sesuatu yang berlebihan tidak baik. Ayo, mari kita bijak dalam menggunakan sosial media!



Gambar : http://www.prdaily.com/Uploads/Public/social-media-addict-needles.jpg