#MemesonaItu Selalu Bersyukur dan Menghargai Setiap Hembusan Napas Kehidupan

by Dita Triyuliasih Indrihapsari / 10 April 2017
Masih lekat diingatan saya suatu kejadian sekitar tujuh tahun lalu. Di ruang dokter salah satu rumah sakit  di Jakarta Selatan itu kami sekeluarga mendengar penjelasan dokter dengan seksama. 

"Kalau tumornya ganas, mau tidak mau payudaranya harus diangkat." 

Itulah yang dikatakan dokter dan seketika itu juga saya enggak tahu harus apa. Ada rasa enggak rela jika hal itu benar-benar terjadi. Namun demi kesembuhan mama, kami sekeluarga pun menyetujui tindakan yang dilakukan dokter. Dan ternyata apa yang saya takutkan benar-benar terjadi. Tumor itu sudah menjadi kanker dan payudara kiri mama pun diangkat.

Pasca operasi mastektomi, perjuangan mama belum usai. Ia masih harus berdamai dengan kemoterapi. Tak hanya sekali tapi 6 kali ia menjalani proses kemoterapi. Selang infus ada di tangannya, selama beberapa jam mama hanya bisa terbaring dan setelah selesai efeknya pun mulai terasa. Mual, tidak bisa makan, letupan emosi. Begitu setiap kali seusai kemoterapi selesai. Kemoterapi ketiga sungguh jadi ujian yang sangat berat baginya. Ia tidak bisa makan sama sekali. Rambutnya sudah tak tersisa, badannya kurus turun hingga 10 kilo lebih. Tubuhnya lemah tak berdaya. Akhirnya, mama pun harus diopname di rumah sakit.

Sungguh, proses untuk sembuh ternyata menyakitkan. Saya tidak bisa membayangkan menjadi mama kala itu. Tapi orang yang saya banggakan itu benar-benar luar biasa. Saat saya melihat harapan sembuh itu setipis helaian rambut, saat saya yang tidak merasakan sakit malah pesimis, namun di saat itulah kekuatan mama untuk sembuh mulai muncul. Semangatnya untuk sehat tak terbendung. 

Dari yang tadinya lemah dan tidak bisa bangkit, mama mulai mau makan sedikit demi sedikit. Tenaganya pun semakin lama semakin terkumpul. Sisa kemoterapi dilanjutkannya hingga tuntas. Pun proses penyinaran yang harus dilakukannya setiap hari selama sebulan setelah kemoterapi berhasil dilaluinya tanpa keluhan. Mengkonsumsi obat selama lima tahun tanpa putus dan selalu konsultasi ke dokter rutin tepat waktu juga dilakoninya dengan sabar.

Kekuatan yang ada dalam diri mama sungguh mengagumkan. Jika bukan karena dirinya sendiri yang berkeinginan kuat untuk sehat, hal ini mungkin tidak akan terjadi. Dari yang tadinya emosi sering memuncak dan tidak stabil, lama-lama energi positif kembali pada dirinya.

Dari mama saya belajar tentang artinya menjadi seorang perempuan yang kuat dan selalu bersyukur. Bersyukur karena masih diberi kesempatan oleh-Nya untuk menghembuskan nafas. Ya, dari sosok mamalah saya menyadari bahwa #memesonaitu adalah selalu bersyukur pada-Nya dan menghargai setiap hembusan napas kehidupan. #Memesonaitu adalah berjuang untuk tetap hidup bagi diri sendiri dan bagi orang-orang terkasih. #Memesonaitu lebih dari sekedar lahiriah tapi batiniah, ada di dalam jiwa. Saat kita masih diberi kesempatan hidup dari-Nya, masih diberi waktu untuk menikmati indahnya dunia ini dan ada di dalam keluarga serta teman-temannya tersayang, saat itulah semangat untuk hidup akan terus menyala. 




Saya yakin keinginannya untuk bertahan hidup karena masih banyak waktu yang ingin dihabiskannya bersama keluarga dan masih banyak hal yang ingin dilakukannya di dunia. Hidupnya bukan hanya untuk dirinya semata namun hidupnya juga ia persembahkan untuk orang-orang disekelilingnya yang selalu mendukung dan menyayanginya. Tak jarang mama lebih memikirkan bagaimana keadaan orang lain dibanding dirinya sendiri. Ia ingin memberikan manfaat untuk orang lain. Ya, itulah yang kemudian membuat hidup akan menjadi lebih hidup. :) 

Kini di usianya yang akan menginjak 67 tahun, mama tampak sehat. Wajahnya memerah dan hidupnya gembira. Tiap seminggu sekali ia menanti kedatangan cucunya di rumah. Setiap hari ia masih saja sibuk dengan usaha jahitnya. Jika ingin belanja ke pasar atau mencari kain, tak segan ia menyetir mobil sendirian. Dan kerap kali menghabiskan waktu bersama teman-temannya hingga pergi keluar kota. Mama saya memang jagoan, pesonanya tidak akan luntur dimakan usia. Semoga kesehatan selalu menyertainya... Aamiiin... :)