Tetap Memesona Menghadapi Segala Macam Masalah

by Nur Sitakurniakasih / 10 April 2017
Saat napas ini masih berhembus dan jantung masih berdetak, masalah itu pasti akan selalu ada. Tidak ada manusia yang hidup tanpa masalah walau sekali saja. Masalah itu tidak memandang jenis kelamin, status sosial, jabatan, tempat tinggal, bentuk tubuh, atau pun kekayaan. Semua pasti kebagian masalah dalam hidupnya.

Sudah cantik masih saja merasa hidupnya bermasalah, hanya karena alis yang panjang sebelah. Sudah pintar masih saja seperti dunia kiamat, hanya karena mendapatkan nilai B satu saja. Sudah kaya tujuh turunan masih saja serasa bangkrut, hanya karena kehilangan satu proyek.

Sementara itu ada yang tidak tahu besok makan apa, masih saja bisa tawa. Ada yang bajunya belum dicuci dan sobek sana-sini, masih saja bisa riang berlari. Pun dengan yang umurnya sudah ditentukan besok berakhir, masih saja menyempatkan diri berbagi senyuman.


Saya sering kali mendapat curhatan atau postingan teman-teman di media sosial yang selalu mengeluh. Merasa dirinya akan berakhir hanya karena hal sepele. Contohnya, mengeluh besok senin. Banyak yang mengeluhkan bila senin datang harus menjalani rutinitas bekerja atau kembali bersekolah. Saya selalu tertawa membacanya.

Saya pernah berada di senin yang membosankan karena harus kembali bekerja. Pernah juga menghadapi senin yang bingung karena belum memiliki pekerjaan. Dan sekarang merasakan senin yang biasa saja seperti hari-hari yang lainnya.

Dari situ saya tahu, manusia tidak pernah ada puasnya. Sudah diberi pekerjaan masih saja tidak bersyukur, malahan malas bekerja. Nanti kalau sudah tidak bekerja bingung, mengeluh lagi. Sangat mudah orang teriak-teriak, “Ayo, bersyukur!” Nyatanya memang lebih mudah mengeluh. Maunya hidup leha-leha, kaya raya, mati masuk surga. Apa itu enak? Tidak. Banyak yang kesusahan menghadapi pekerjaan, lebih susah lagi yang bingung tidak punya kegiatan.

Lalu bagaimana menghadapi hidup yang pasti punya masalah ini dengan memesona?

Menurut saya #MemesonaItu mampu menjalani apa pun dengan seimbang dan berdamai dengan diri sendiri. Menjadi kaya, cantik, dan pintar itu mudah, yang susah membuatnya seimbang. Pasti kalian juga sering melihat orang yang cantik tapi diajak ngobrol tidak nyambung. Atau sudah pintar tapi susah sekali mendapat pekerjaan.

Setiap orang punya caranya sendiri dalam menjalani hidup, pun dengan menghadapi masalah dalam hidupnya. Tidak apa-apa kalau punya keinginan menjadi orang yang cantik, pintar, dan kaya. Tapi ada beberapa hal di dunia ini yang memang tidak akan pernah bisa kita dapatkan. Apa yang harus dilakukan bila sudah susah payah berusaha dan berdoa tapi cita-cita tidak tercapai juga? Bagaimana caranya menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan?

Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Itu benar. Karena Tuhan tahu mana yang terbaik untuk hidup kita dan hidup orang lain tentunya. Kalau kita punya masalah, bukan berarti Tuhan tidak ingin kita bahagia. Justru sebaliknya. Banyak yang lolos menghadapi kesusahan, lebih banyak lagi yang terperangkap dalam kemewahan.

Orang yang selalu gagal menggapai sesuatu bukan berarti tidak bisa apa-apa. Banyak kok orang yang cantik, pintar, dan kaya hidupnya selalu dilanda kegagalan. Karena mungkin saat dia mendapat kesuksesan, dia menjadi orang yang angkuh dan tak tahu diri. Pemenang itu bukan yang juara tapi yang mampu menyikapi masalah dalam segala posisi.

Apakah ada orang yang sudah kalah menjadi double kalah? Banyak. Karena sesungguhnya orang yang kalah adalah orang yang gampang menyerah. Ditambah lagi menjadi pendendam dan tidak mau menerima kenyataan. Kadang masalah itu datang bukan dari orang lain tapi karena diri kita sendiri.

Manusia memang diciptakan dengan napsu. Musuh terbesar dalam hidup ini ya diri kita sendiri. Mulailah berdamai dengan diri sendiri, mengendalikannya menghadapi segala macam emosi. Sayangi diri kita, jangan membuatnya berat hanya dengan satu masalah saja. Hidupmu berhak bahagia.

Sesungguhnya orang yang bahagia bukanlah yang tanpa masalah, tapi yang mampu mengatasinya dengan tabah. Wanita yang cantik bukan yang tinggi, langsing, dan putih. Tapi wanita yang mampu menempatkan dirinya kapan pun dan dimana pun dia berada. Orang yang kaya bukan dinilai dari hartanya. Tapi keinginan yang lebih kecil dari penghasilannya.