#MemesonaItu ... Menginspirasi & Memotivasi

by Tri Asih Anggarani / 10 April 2017
Wanita #MemesonaItu ialah wanita yang mampu menginspirasi dan juga memotivasi orang-orang yang berada di sekitarnya.

Saat mendengar pertanyaan, apa arti memesona bagi dirimu? Saya langsung teringat pada sesosok pembicara sebuah talkshow yang pernah saya ikuti. Sosok wanita hebat yang mampu menginspirasi orang lain. Kisah perjuangannya benar-benar membuat saya terpesona akan sedikit saya ulas pada tulisan ini.

Galuh Sukmara Soejanto, S.Psi, M.A.
Galuh Sukmara Soejanto adalah seorang wanita tuli yang menjadi aktivis dan juga motivator. Terlahir dalam keadaan normal lalu terjatuh yang mengakibatkan dirinya tuli. Ibu Galuh menempuh pendidikan di sekolah umum karena di daerah tempat tinggalnya dulu tidak ada sekolah khusus untuk anak tuli. Galuh kecil  menghadapi berbagai cobaan dan juga mendapat  bully dari teman-temannya. Hal itu juga terjadi saat dirinya kuliah. Tapi Galuh tetap bertahan dan berhasil menyelesaikan S1 di UGM walau pun menempuh masa sepuluh tahun.

Setelah itu Galuh melanjutkan pendidikan S2 Bahasa Isyarat di La Trobe University, Bundoora, Melbourne, Australia. Di sinilah Galuh mendapatkan fasilitas yang jauh lebih baik sebagai seorang mahasiswa tuli. Setelah selesai pendidikan ia  kembali ke Indonesia. 
Galuh Sukmara Soejanto, S.Psi, M.A mengabdikan diri dengan berbagi pengalaman pada orang-orang tuli seperti dirinya. sekarang membuka sebuah sekolah khusus untuk anak-anak tuli. Membuka mata dan juga memotivasi para orang tua yang dikaruniai anak tuli untuk terus bertahan. 

Saya memang tidak sehebat Ibu Galuh yang telah saya ceritakan di atas. Tetapi setelah mendengar kisahnya, saya pun mulai memacu diri sendiri agar dapat menginspirasi dan memotivasi. Dan itu saya mulai dari dalam rumah sendiri.

#MemesonaItu Menginspirasi Anak-anak di Rumah
#MemesonaItu ... Menginspirasi & Memotivasi

Seorang ibu adalah gravitasi di dalam rumahnya. Semua akan mengikuti ucapannya. Lakunya akan menjadi trendsetter bagi anak-anaknya. Dan ibu adalah sumber inspirasi bagi semua anggota keluarga.
Sebagai seorang ibu, saya adalah penentu berhasil atau tidaknya langkah anak-anak saya. Dari saat pertama kali anak membuka matanya untuk mengenal dunia. Bagaimana cara seorang saya mengucapkan kata-kata yang kemudian teruntai menjadi serangkaian doa.

Satu hal kerap saya lakukan adalah menanamkan rasa cinta anak pada ilmu saat saya sedang berdua dengannya. Memaparkan bagaimana asiknya saat saya berada di sekolah dulu. Menceritakan tentang kecerdasan para perempuan-perempuan hebat, termasuk kisah Ibu Galuh. Mengajaknya melihat sekeliling bahwa tidak semua anak dapat bersekolah karena berbagai masalah yang dihadapi keluarga. Kemudian mengajari ia untuk bersyukur karena dapat menuntut ilmu. 

Langkah yang saya tempuh berhasil membuat Putri pertama saya selalu tersenyum bahagia jika berangkat ke sekolah. Tak perlu banyak drama yang dilakukan sebelum ia berangkat. Hingga ia berhasil mendapatkan nilai yang di sekolahnya. 

#MemesonaItu Memotivasi Suami Untuk Bekerja & Mencintai Keluarga

Istri adalah penyejuk mata bagi suami. 
Menjalani pernikahan adalah sebuah keputusan untuk menempuh sebuah perjalanan panjang secara bersama-sama. Perjalanan yang ditempuh tidak selalu dikelilingi dengan pemandangan indah yang menyegarkan mata tetapi juga harus siap dengan terjangan ombak yang datang secara tiba-tiba.




Banyak sudah rumah tangga yang gagal di tengah perjalanan. Pada dasarnya dalam pernikahan, bukan saja seorang istri yang berkorban meluangkan waktunya untuk mengatur segala kebutuhan rumah tangga. Tetapi juga ada pengorbanan seorang suami di sana. Di mana setiap tetes peluhnya berharap dapat ditukar dengan sebutir beras atau kebutuhan lain yang dapat ia bawa pulang.

Memasak makanan favorit suami salah satu cara mudah untuk memanjakannya. Mendengarkan sedikit kejadian di kantor yang mengusik pikirannya. Dan juga memberikan penampilan terbaik saat suami berada di rumah. Berpakaian bersih dan rapi serta tubuh yang wangi dilengkapi dengan sapuan bedak tipis di wajah. Walau pun itu merupakan tantangan terbesar bagi saya karena telah sibuk seharian dengan anak-anak dan pekerjaan rumah. Itulah hal-hal kecil yang bisa membuat suami bahagia.

Senyum istri dan tawa riang anak-anak mampu membuatnya melupakan penat akan pekerjaan kantor dan juga angka-angka yang harus ia penuhi setiap bulannya untuk kami. Dan yang pasti, berhasil memotivasi suami dalam menjalani hari-harinya.