Memesona itu Berani Bermimpi Tanpa Batas

by Melisa Dwi Desifindiana / 10 April 2017

Saya selalu terpesona dengan orang-orang yang tahu apa yang di-mau, melihat mereka yang berhasil berdiri dengan tegaknya di atas mimpi sendiri. Sungguh suatu hadiah diri paling luar biasa atas keringat dan air mata yang jatuh di setiap langkah menuju ke sana. 

Wanita pertama yang membuat saya langsung jatuh hati dan terinspirasi adalah @perempuanthicka#Memesonaitu melihatnya bercerita bagaimana pekerjaannya sebagai penulis tentang kopi membawanya terbang ke mana saja. #Memesonaitu kilatan bahagia yang terlihat jelas di matanya, membuat saya percaya, bekerja sesuai dengan passion tak hanya akan membuat dompet mengembang, semangat dalam jiwa pun akan terus kenyang.

Tidak Ada Kata Terlambat

Dari kecil, kita sudah biasa ditanya tentang cita-cita. Dokter, pramugari, polisi dan banyak profesi keren yang lainnya. Namun, dengan bertambahnya usia, passion akan membawa kita ke tempat yang diinginkan. Kamu mungkin akan tersesat lebih dulu dengan salah jurusan atau pekerjaan yang hanya membuatmu mengutuk di setiap pagi. Tak pernah ada kata terlambat untuk berganti haluan, mengejar mimpi yang selama ini pura-pura kamu ikhlaskan. Di usia menjelang 30 tahun, saya masih terkungkung di rumah. Bekerja seadanya. Lowongan kerja kantoran bahkan meminta usia di bawah 26 tahun, bukan? Hobi menulis pun cuma jadi ajang curhat di blog. Sampai akhirnya tawaran bekerja sebagai content writer datang. Saya yang seorang Sarjana Teknik Pertanian, dengan tulisan acak adul yang mostly cuma puisi ala-ala? Serius? Tentu saja saya ambil! Apa sih yang tak bisa dipelajari? 

Keliling Diri dengan Vibe Positive

Bertemanlah dengan orang-orang yang punya energi positif. Mereka akan menulari kita dengan pikiran-pikiran optimis. Bagaimana mereka tetap semangat menghadapi hidup yang kadang kejam, atau tentang taktik menjauhkan diri dari penyakit hati. Belajar mendengarkan juga perlu. Karena setiap menyediakan telinga untuk mendengar, ada ilmu baru untuk dipelajari. Dari seorang teman, Titasya, saya belajar bahwa apapun bisa diraih asal terus berusaha. Sahabat yang juga bos saya ini mengajarkan bahwa penting untuk terus berkembang. Dari kawan lainnya, @tetavaganza saya belajar, bahwa terus berpositive thinking baik untuk kesehatan jiwa. Teman akrab ini juga membuat saya sadar, berbagi tidak akan pernah membuatmu kekurangan.

Berani Mendobrak Keluar dari Zona Nyaman

Keluar dari zona nyaman dan aman yang hangat memang sedikit menakutkan. Ratusan ‘bagaimana jika’ menghantui kepala dan memberati kaki untuk melangkah. Namun, kita tak tahu harta karun apa yang ada di luar kalau melangkah keluar saja tak berani. Ingat pepatah yang mengatakan, ‘Jangan mengharapkan hasil berbeda kalau masih melakukan usaha yang sama’, kan? Pertama kali menulis artikel, saya dapat tugas untuk membuat berita artis. Butuh waktu satu tahun bagi saya hingga akhirnya bisa menciptakan artikel yang enak dibaca dan paham bagaimana memilih tema yang menarik. Lalu, tawaran lain muncul. Bagaimana kalau menulis bidang baru? Traveling, misalnya? Sedikit menakutkan, memang. Tahu apa saya tentang traveling? Jalan-jalan juga paling jauh ke Jogja. Mendaki gunung pun belum pernah. Namun, sekali lagi saya tertantang menaklukkan bidang baru ini. Dan lagi, apa sih yang tak bisa dipelajari?

Tidak Berhenti Belajar

Berteman dengan berbagai macam orang dengan watak yang bervariasi, mau tak mau membuat saya banyak belajar tentang hal asing. Buat saya, hidup adalah sekolah sepanjang masa. Tempat di mana saya memberi makan otak dan hati dengan hal-hal baru setiap harinya, selama masih bernapas. Ilmu pun juga begitu. Saya memang sudah menyelesaikan pendidikan resmi, namun pelajaran hidup tak akan ada habisnya. Salah satu yang akhirnya saya pahami adalah ketika mengerjakan sesuatu sesuai passion, rasa haus akan ilmu di bidang tersebut tidak akan hilang. Contohnya, karena menulis tentang jalan-jalan, saya jadi semangat belajar memotret, bikin video pendek tapi informatif dan tetap seru. This is so much fun.

Bermimpi Tanpa Batas

Tak ada batasan untuk bermimpi. Kecintaan saya pada kopi pernah membuat saya bercita-cita untuk memiliki sebuah coffee shop agar tak perlu lagi membayar mahal untuk setiap gelas minuman surgawi yang saya minum. Kini, impian saya makin tinggi. Dalam jangka waktu 5 tahun ke depan, saya ingin menikmati kopi di kafe sendiri yang tak jauh dari rumah, menulis buku ke 2 atau ke 3 untuk diterbitkan, dengan anak-anak yang bisa mengganggu saya kapan saja. #Memesonaitu ketika kamu berani bermimpi tanpa batas.

Tetap Menginjak Bumi

Manusia bisa berubah karena harta dan derajat. Sombong nggak sih kalau belum apa-apa saya sudah khawatir tentang ini? Menurut saya, penting untuk mewanti-wanti diri agar tidak keblinger dan untuk terus membumi sejak dini. Saya ingat pesan sahabat lainnya, sekaya-kayanya manusia adalah ia yang bisa bermanfaat bagi orang lain. 

Jangan takut untuk bermimpi. Kalau terlalu menyeramkan berjalan sendiri, ajak saja teman yang punya passion sama. Pancarkan pesonamu dengan semangat menggapai impian!

Berani?