#MEMESONAITU BE YOUR SELF POSITIF THINKING

by Syafiatuddiniah / 10 April 2017
Masa-masa sekolah dan kuliah dulu sering kali kalau kita dandan dikit dan agak berbeda penampilan langsung deh di godain teman-teman tebar pesona nih yee. Saat itu yang namanya tebar pesona identik dengan gemar cari perhatian orang-orang disekitar terutama lawan jenis. Namanya juga anak muda, istilah tebar pesona sempat jadi bahan buat ejekan alias menggoda teman lain masa itu. Kalau di pikir-pikir lucu juga sih, teman yang dicandain biasanya jadi tersipu-sipu apalagi kalau becandanya sampai bikin pipi memerah. Puas banget kan !

Sampai sekarang pun sesekali masih terdengar sekelompok anak-anak sekolah yang lagi ngumpul dan menceritakan temannya, "eh, si anu di sekolah suka banget tepe (tebar pesona) kalau lewat kelas si ganteng, bete nggak sih!" Saya pura-pura tidak mendengar tapi berusaha menyimak. Dari obrolan mereka saya jadi senyum sendiri, ternyata kalau ada orang lain yang dianggap tebar pesona bisa membuat orang yang memperhatikan menjadi suka dengan pesonanya atau malah bikin  jealous. Yang bikin geli lagi ketika ada yang mengikuti gaya orang lain yang dianggap punya pesona, tapi ternyata malah aneh alias imitatif

Bagi saya #MemesonaItu jadi diri sendiri. Meski saat ini saya menanti jelang usia 40 tahun, nggak pernah terlintas di pikiran saya bahwa saya nggak bakal menarik lagi, nggak bakal diperhatiin orang terdekat lagi, bahkan nggak bakal dapat pujian lagi. Karena pesona itu ada dalam diri saya sendiri. Bukan sok pede sih, tapi yakin saja setiap orang punya pesona masing-masing. Pesona yang saya miliki belum tentu dimiliki orang lain, begitu juga sebaliknya.

Wanita menjadi memesona karena ada sesuatu dalam dirinya, yaitu karisma. Karisma berasal dari dalam, bisa jadi ini juga sebuah karakter yang menjadi ciri khas atau keunikan yang mencerminkan seseorang. Kalau karisma dikembangkan dengan baik, diiringi dengan perilaku dan tutur kata ,saya yakin pesona akan bersinar dengan sendirinya. Jadi meski rajin-rajin memupuk karisma yang ada dalam diri, karena otomatis aura alami yang memesona akan terpancar dari diri kita. Nah, ini pe er banget. Jujur saya pernah megagumi seseorang, wanita, pintar, cantik, cara berbicara juga asik, dan saya pernah mencoba meniru cara nya tampil di depan umum, tapi baru sekali nyoba kok saya merasa ada yang aneh dari dalam diri saya, pokoknya bukan gue banget, haha. Sumpah, jadi orang lain itu menghianati diri sendiri.

Wanita #MemesonaItu menurut saya nggak pernah berhenti bermimpi dan selalu ada saja ide-ide positifnya, tidak pernah menyerah, selalu jujur dalam ucapan, tidak pernah menyesal telah berbuat kebaikan, menikmati setiap momen dalam hidup, selalu berfikir positif bahwa hidup itu sempurna. Saya juga menyadari bahwa setiap perilaku yang ada pada diri saya pasti akan melekat seumur hidupSo, saya selalu beruasaha menjadi pribadi yang berkualitas. Bukan pribadi yang terlalu banyak omong tapi setiap perilakunya nggak berkualitas, yang seperti ini nggak memesona menurut saya.


Setelah menikah saya juga berusaha menjadi istri yang memesona untuk suami. Disaat terlihat aura kebahagiaan di raut wajah suami saya merasa berhasil memesona suami. Ya, saya dan suami selalu nyaman ngobrol bareng, saling menimpali dan sesekali menceritakan pengalaman sebelum kami menikah dulu tanpa malu-malu. Di depan suami juga saya nggak pernah menutupi apapun, baik dan buruk nya saya suami sangat memaklumi, yang penting #MemesonaItu tetap jadi diri sendiri.