Memesona Itu Kamu, Poy...

by Inne R. A. / 10 April 2017

"Ting"

Pesan itu terkirim.

"Tong"
Balasmu.

Awalnya berkirim pesan tak jelas, berlanjut ke perhatian kecil macam sms berisi pertanyaan sudahkah salat/ makan? sudah sampai kah di rumah? sudah pulang kantor, kah? mengisi inbox sms ponsel kita. 
Hingga ribut kecil gegara lupa memberi kabar karena kesibukan aktifitas menjadi bumbu dengan sejuta rasa.

Kesan pertama yang muncul pada saat pertama kali melihatmu di kantin kampus adalah takut. Rambutmu yang gondrong, postur badan yang cukup besar, cocok sekali untuk menjadi bodyguard. Kamu juga selalu berkumpul dengan kawanan lelaki yang cukup "rusuh" di kelas. Sehingga membuatku agak malas untuk berada di sekitarmu. 
Namun pepatah "don't judge a book by its cover" memang benar adanya. Tampangmu boleh sangar, tapi ternyata hatimu lembut adanya.

Selama kita berkawan, bersahabat hingga akhirnya menikah, tak pernah sekali pun kamu bersuara keras, apalagi membentak. Padahal kalau diingat-ingat, istrimu ini sumpah menyebalkan. 
Keras kepala, ngeyel dan menyusahkan. Yeup, that's me!

Kalau kamu mau, mudah saja bagimu untuk bersikap keras terhadapku. Tapi itu semua tidak kamu lakukan. Kalau aku marah, kamu hanya diam seribu bahasa. Walaupun aku menghujanimu dengan ribuan baris kata, baik lisan maupun tulisan. Belum lagi rengekan dan tuntutan ini itu yang kadang aku lakukan, baik sengaja karena my random thoughts atau tidak. Toh, kamu nggak pernah ambil pusing dan tahu pasti mana keinginanku yang pantas kamu penuhi, mana yang tidak.

menjelang operasi caesar #Asaboy

Di balik posturmu yang besar, kami selalu merasa aman dan nyaman. Kalau aku galau, rasanya semua beban pikiran terlepas dalam satu pelukan. Nggak ada hal yang terlalu canggung untuk dibicarakan. Aku bisa bercerita semua hal kepadamu, mulai dari urusan harga bawang hingga gosip recehan khas emak-emak. Walaupun mungkin telingamu pengang karena aku selalu banyak bicara sementara kamu tetap menjadi pendengar yang baik.

#Asaboy usia 2 hari

#Memesonaitu kamu, poy...
Kamu yang rela membantu pekerjaan rumah tangga setelah lelah seharian bekerja. Masih mau menjemur pakaian dan memasak ketika aku sudah lelah. Bahkan tak jarang, di hari libur, kamu yang menyiapkan sarapan untuk aku dan anak kita. hihi.

#Memesonaitu kamu, poy...
Kamu yang mau makan masakan istrimu yang rasanya nggak jelas. Mau melahap makanan hasil eksperimen istrimu yang memang suka masakan yang kadang iseng atau pakai takaran resep berdasarkan feeling.

#Memesonaitu kamu, poy...
Kamu yang bisa menjadi tempat berlabuh dan menenangkan hati ketika istrimu sedang spanneng, yang bisa tetap tenang walaupun rasanya dunia kita runtuh kala itu. Kehilangan dua calon anak kita tidak mengubah sikapmu terhadapku. Malah, kamu terlihat semakin sayang, menjaga aku dan si sulung Asaboy.

#Memesonaitu kamu, poy...
Yang tetap bisa membuat aku tertawa di tengah rasa sakit yang luar biasa. Yang mampu menemani di kala masa-masa tersulit dalam hidup kita. Yang selalu meyakinkan aku bahwa Allah nggak akan salah memberi rejeki kepada keluarga kita. Yang tidak menuntut bahwa seorang istri harus menjadi seorang wonder woman. 

#Memesonaitu kamu, poy...
Yang menerima istrimu apa adanya
Mungkin kalau bukan kamu, aku tidak akan bisa hidup se-bahagia ini. Kalau bukan denganmu, manalah mungkin aku bisa menjadi diriku sendiri. Kalau bukan denganmu, manalah bisa aku berkarya sambil mengasuh anak kita. Kalau bukan denganmu, manalah mampu aku menerima diriku sendiri.
Karena ternyata kamu, memang diciptakan Allah buat aku. Padahal kalau dilihat lebih dalam, aku dan kamu itu bagaikan langit dan bumi. Kamu suka berdiam diri di rumah, aku suka jalan-jalan. Kamu suka masakan rumahan, aku sukanya jajan. Kamu hemat, aku boros. Hahaha...
Kamu, yang selalu telaten menjaga anak kita bahkan sejak sebelum ia terlahir ke dunia. Kamu yang mengajarkan aku arti kesabaran. Kamu yang mengajarkan aku untuk menjadi seorang istri dan ibu yang baik tanpa menghardik, membentak apalagi protes ketika aku berbuat kesalahan. Kamu, yang tetap membiarkan diriku apa adanya.

Jadi menurutku, #memesonaitu kamu, poy. I love you, always. Thank you for always being there for me. Love you.