#MemesonaItu having a good heart.

by Vinandita Nur Ismoyowati / 10 April 2017

Kalau ditanya mengenai arti #Memesonaitu seperti apa, biasanya orang akan langsung menghubungkan dengan penampilan fisik seseorang, seperti sosok seorang wanita yang cantik dan hebat. Lebih tepatnya  cantik, pintar, dan mempunyai segudang prestasi . Tapi bagi saya tidak seperti itu. Kalau ditanya tentang definisi memesona versi saya, yang terlintas dipikiran saya hanya satu, yaitu seseorang yang #MemesonaItu harus baik.

Mengapa orang yang baik itu memesona? Karena orang-orang yang baik itu seperti lilin di tengah kegelapan. Dia memberi harapan dan manfaat bagi orang lain. Salah satu cara melihat kebaikan hati seseorang adalah bagaimana dia baik dan bijak menggunakan social media.Di era media sosial  seperti saat ini dimana kebebasan berekspresi dan berpendapat sangat dijunjung tinggi, tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Kebanyakan masyarakat khususnya di Indonesia belum bisa menggunakan social media ini dengan baik dan bijak. Beberapa tahun belakangan ini banyak sekali platform media social bermunculan, sebut saja Twitter, Facebook, Instagram, Path, Snapchat, ini adalah beberapa social media yang banyak sekali penggunanya.  Sayangnya media social yang harusnya bisa digunakan sebagai sarana untuk bersosialisasi dan tentunya di tangan orang-orang yang baik media social akan lebih bermanfaat malah yang terjadi sebaliknya. Ntah ini hanya perasaan saya saja atau bukan, tapi saya rasa tata bahasa dan penulisan para pengguna social media juga semakin kasar dan agresif, mulai dari bercanda dengan kata-kata yang tidak semestinya sampai komentar pedas di akun-akun stranger di internet. Orang-orang jadi lebih mudah menghakimi, gampang terpancing berita-berita hoax dan itu mereka lakukan kepada orang yang bahkan hanya dikenal atau diketahui di dunia maya, mereka tidak saling mengenal dengan baik  orang tersebut secara personal.Tidak tahu apa yang mereka pikirkan tapi menurut saya hal-hal tersebut kurang pantas ditulis di social media. Semua orang sekarang ini, merasa berhak untuk berpendapat, mulai dari candaan remeh sampai ngomongin orang, istilah kerennya sekarang“nyinyir”.  

Sekarang ini, orang-orang jadi lebih suka mengurusi kehidupan orang lain yang kemudian muncul judgement bebas hanya dengan melihat apa yang diunggah orang lain di laman media sosialnya. Orang-orang juga lebih fokus pada penampilan luar seseorang yang diunggah di akun social media orang daripada kepribadian orang tersebut. Padahal what you see is only from the outside.  Bisa jadi yang kamu lihat itu tidak seperti kenyataan yang ada. Misalnya Kita lihat foto-foto public figure di akun instagramnya, dia kelihatannya cantik, dapat banyak penghargaan, tetapi ternyata saat tampil di Televisi dia tidak bisa bertutur kata dengan baik dan sopan kepada penggemarnya padahal acara tersebut di tonton jutaan orang.

Jadi…..sekalipun  menurut orang-orang , seorang wanita itu cantik, pintar, punya prestasi yang banyak di bidang apapun yang dia tekuni, menginspirasi banyak orang, hidup di lingkungan yang berpendidikan tinggi, mempunyai lingkar pertemanan yang isinya sekumpulan orang hebat, selebgram dengan endorse harga tinggi, ataupun Youtuber dengan jutaan subscriber itu tidak ada apa-apanya, karena bagi saya #MemesonaItu adalah ketika kamu mempunyai hati yang baik sehingga kamu akan bersikap baik kepada orang lain. Mau sehebat apapun seorang wanita, di mata saya dia tidak ada apa-apanya jika dia tidak mempunyai hati yang baik, rendah hati, sopan ketika berbicara atau berkomunikasi kepada orang lain serta  tahu caranya menghargai orang lain di sekitarnya.