Memesona Itu Unik.

by Sri Rachmawati Hidayah Siregar / 10 April 2017
Setiap wanita itu cantik, dengan segala apa adanya mereka. Iya. Dengan segala apa adanya mereka. Karena dengan apa adanya mereka, mereka akan berbeda dan memancarkan pesona yang ada dalam dirinya. Unik. Unik berarti khas untuk setiap individu. Tidak ada yang menyamai, bahkan pada pasangan kembarpun memiliki keunikan yang menjadi ciri khas tiap individunya.

Memesona itu unik. Pada setiap orang, khususnya wanita, ada pesona memancar yang berasal dari dalam dirinya. Pesona dari berbagai sisi kehidupan yang meliputi sisi kecerdasan, kemandirian, ketangguhan, hingga ketegasan dalam melewati berbagai macam kondisi. Wanita yang memesona pada sisi kecerdasan berbeda dengan wanita yang memesona pada sisi kemandirian, akan berbeda dengan wanita yang memesona pada sisi ketangguhan, dan akan berbeda pula dengan wanita yang memesona pada sisi ketegasan. Karena apa? karena memesona itu unik.

Pesona tidak terbatas pada satu sisi saja. Seseorang dapat memiliki pesona pada beberapa sisi sekaligus. Pesona itu terbentuk dari keseharian yang dilewati, ujian hidup yang dihadapi, serta dukungan lingkungan sekitar yang didapati.


#MemesonaItu tentang Kualitas Diri. Kualitas diri dilihat dari kepribadian dan keindahan. Kepribadian identik pada setiap diri seseorang. Seseorang yang memiliki prinsip akan menguatkan karakter pribadinya. Sedang keindahan tidak selalu mengenai tampilan fisik. Keindahan dapat disandingkan dengan kebersihan, kebugaran, dan kesesuaian. Menjaga kebersihan diri, melatih diri untuk tetap bugar, dan menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar akan menampilkan keindahan yang ada dari dalam diri seseorang. Kepribadian yang kuat dan keindahan yang terjaga akan membangkitkan pesona dalam diri.



#MemesonaItu tentang Kapasitas Diri. Kapasitas diri untuk menakar hal yang mampu dan tidak mampu dilakukan. Tingkatkan kapasitas diri dengan mengoptimalkan kemampuan diri. Pesona itu akan terlihat saat seseorang berjalan pada bidang yang mampu dilakukannya. Seperti pesona guru yang sedang mengajar, seperti pesona atlet yang sedang berlaga, hingga seperti pesona traveller yang sedang menjelajah. Setiap orang itu unik. Tak perlu melakukan sesuatu diluar kapasitas diri hanya untuk mendapat pengakuan semu. Cukup optimalkan kapasitas diri dan pesona itu akan memancar dari dalam diri.




  #MemesonaItu tentang Keberlanjutan Diri. Usia bisa membatasi hidup didunia ini, namun pesona yang melekat erat akan dapat hidup sepanjang waktu. Seperti pesona para pahlawan yang tetap hidup hingga hari ini. Keberlanjutan diri erat kaitannya dengan seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar. Memesona diantara lingkungan yang memesona. Memesonakan lingkungan akan secara tidak langsung memesonakan diri.




Memesona itu unik tidak hanya pada individu, tetapi memesona itu juga unik terhadap dimensi waktu. Pesona gadis belia, wanita dewasa, ataupun nenek-nenek akan berbeda. Keseluruhannya memiliki pesonanya masing-masing. Pesona yang tak hilang dimakan zaman akan terpancar dari tutur kata, pemikiran, dan tatapan mata yang memesonakan lingkungan sekitar. Pandangan pertama merupakan bagian dari pancaran pesona bagi lingkungan sekitar yang belum pernah bertemu. Pancarkan pesona dengan kualitas diri yang sempurna, kapasitas diri yang optimal, dan diri yang bermanfaat bagi sekitar.

Pada akhirnya, bagiku memesona itu ialah dengan menjadi diri sendiri, mengetahui kelebihan dan kekurangan diri, serta sadar menempatkan diri dan terus berjuang menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi sekitar. Memesona akan abadi ketika dalam setiap perjalanan hidup ditemani dengan senyum keikhlasan. Senyum keikhlasan yang terpancar dari tatapan mata akan menambah pesona diri.


Tersenyumlah. Pancarkan Pesona Unikmu.



Tulisan ini diikutsertakan pada lomba pancarkan pesona #MemesonaItu.