Memesona itu Saat Saya Ceria bersama Anak - Anak

by Valeria Aday Anthony / 10 April 2017

Menikah muda dan Anak 3? sudah pasti BIG NO bagi para wanita single jaman sekarang. Yah pilihan menikah muda ini seperti memakan buah Jeruk Mandarin yang kelihatannya kulitnya Oranye dan menggoda sekali dimakan dan ternyata pas dibuka dan dimakan, eng ing eng... asam, manis, pahit bahkan tawar pun ada. 

Terkadang impian tak seindah kenyataan. Dulu dalam bayangan saya, MENIKAH MUDA itu enak, punya suami yang bisa djadikan sahabat serta punya anak yang bisa diunyeng unyeng saking lucunya dan di bawa kesana kemari sambil gandengan sama suami (kelihtan banget kebanyakan nonton Sinetron Indonesia). Dannnn...impian terbesar saya adalah supaya pas anak sudah besar, saya masih bisa jadi emak emak muda yang kinyis kinyis yang kemana mana jalan sama anaknya dan dibilang.. "wah kelihatan seperti kaka adik yah" (remeh banget impian saya ini.. huhuhu... efek anak cewek sendiri di keluarga yah jadi beginilah)

Begitu memasuki pernikahan, dan Thanks God langsung diberikan anugrah anak laki-laki, Yap, Filio putra pertama saya yang membuka mata  dan menampar saya. Wake up, this is real life not DREAM.! Syok itu pasti Melihat kenyataan hidup. Welcome to Motherhood! Mimpi buruk satu persatu datang, anak menangis, asi mengucur payudara bengkak, bekas jahitan sc ngilu dan plus mengurus semua sendiri membuat Impian Indah Menikah Muda terkubur dalam dalam.

Ternyata mimpi buruk  di awal memiliki Bayi itu hanya karena KAGET. Dari hari ke hari merawat Filio, ternyata punya anak itu sama dengan punya KEHIDUPAN  baru setiap hari. Tingkah dan Kelakuannya yang lucu yang setiap hari ada-ada saja membuat Luka dan Kesakitan pada saat hamil dan operasi LUPA dan TIDAK BERBEKAS sampai akhirnya memutuskan untuk hamil anak kedua. Dulu pernah ada yang bilang kalo hamil itu bisa ketagihan dan ternyata "Benar" saudara saudara!.. Mungkin lebih tepatnya ketagihan Bahagia yang berulang ulang melihat wajah kecil lucu lahir dari perut kita. Begitulah sampai akhirnya Diriku mendapatkan 3 anak di usia yang masih unyu unyu 28 tahun.

Punya Anak tiga yang umurnya cuma beda 2 tahun dan 3 tahun jangan ditanya capeknya seperti apa. Semua tipenya beda-beda dan ajaib. Filio, anak cerdas yang selalu konsisten dengan perkataan yang didengarnya. Tidak boleh salah bicara atau tebar janji palsu kayak kampanye, pastinya bakalan dikejar dan ditagih dan Tidak bisa Dialihkan. huhuhuhu..... Yang kedua, Angelo, anak kreatif yang setiap hari kerjaannya terima bongkar barang tapi tidak terima pasang. Hampir semua remote di rumah sukses dibongkar, tapi ga bisa kembali dipasang. Yang lebih menakutkan kabel chargeran HP sukses digunting pendek pendek seperti sayur kacang panjang dan dengan bangganya ditunjukkan itu ke saya. Plus hadiah ketiga, gadis kecil Felice, yang tiap hari kerjaannya ngunyah tapi jangan ditanya kalo digangguin kakanya yang pasti dia bakalan kayak Drama Queen yang baru diputusin pacarnya alias nangisnya ga berhenti.

Kunci seorang Ibu bisa bertahan dengan banyak anak itu adalah harus bisa berpikir positif. Saya selalu menanamkan pola pikir "Ibu Bahagia baru bisa membahagiakan Anak" Dan itu ga boleh dibalik. Contohnya begini,  menurutku sebelum memberi anak makan, ibu harus sudah makan dengan perut kenyang,  jadi saat anak lagi GTM, Ibu harus bisa menahan amarah dan dengan sabar mencoba  berbagai menu bahkan berbagai cara untuk anak buka mulut. Nah kalo ibu lapar, yang ada anak ga mangap mulutnya kita emosi, marah marah, yang ada anak tambah ga napsu makan dan kerjaan ga kelar plus kita semakin lapar karena mengeluarkan energi.

Dengan rutinitas setumpuk, dari mulai bekerja, mengurus segala macam kebutuhan rumah tangga plus mengatur kehidupan 3 krucil yang sedang aktif aktifnya pasti membuat mood jadi naik turun. Mungkin bagi orang lain Memesona itu selalu berkaitan dengan fisik. Tapi bagiku TIDAK!Dari dulu sampai sekarang, Hal yang membuat saya terpesona itu bukan fisik, karena fisik itu bisa diubah sedangkan perilaku itu PATEN ( dan kalo bisa diusahakan diubah pasti perlu waktu lama). Maka dari itu saya selalu menganggap remeh kecantikan dan hampir cuek dengan  urusan skin care. Beli alat tempur skin care sih rajin: mulai dari lulur muka sampe badan, body lotion, sampai krim muka  siang dan malam, semuanya ada dan sukses, sukses expired dengan kondisi masih 3/4 atau bahkan nyaris utuh karena lupa dipakai.

Bagi saya Memesona itu saat seorang Ibu bisa CERIA dengan anak-anaknya dengan segudang masalahnya. Saya sangat terpesona melihat ada seorang ibu yang bisa menggandeng anaknya dan mendengar ceritanya dengan ceria. Berjalan bersama sampai lupa waktu dan anakpun akan menceritakan apapun yang terjadi dengan rasa bangga, sedih atau apapun. 

Menurutku ibu yang ceria itu bisa membuat hidup anak bahagia. Ceria itu bukan berarti tanpa marah dan tanpa ketegasan, tapi lebih ke arah bagaimana saya bisa melupakan sejenak peristiwa menyedihkan atau peristiwa menyakitkan yang sedang saya alami dan bisa tersenyum dan fokus pada anak anak. Dengan begitu anak anak merasakan aura bahagia untuk senantiasa dekat dan bercerita kepada saya Ibunya. Mungkin ini dianggap remeh, tapi Suamiku Tercinta yang selalu mendukung saya untuk selalu ceria dalam menghadapi tingkah anak-anak dan Otomatis itu akan membuat dia terpesona padaku (ahayyy.... ini sih cuma aku aja yang GR). Bahkan untuk supaya saya bisa ceria di depan anak-anak, saat saya pulang kerja sebelum masuk rumah, saya akan menarik napas panjang dan langsung melupakan semua masalah kantor dan menyapa anak dengan senyum, "Haloooo... anak anak Bunda lagi ngapain aja?" (ala-ala badut MC menyapa anak anak di acara ulang tahun)

Jadi, sudahkah anda tersenyum dan Ceria terhadap Anak anak? Saya sudah dan pastinya emak-emak kece yang lain juga harus yah…..