MEMESONA ITU ORANG TUA AHLI SURGA

by Novi sidawasita IIDN / 10 April 2017

Hampir semua sepakat bahwa memesona itu tidak hanya kagum melihat fisik seseorang, tetapi kepada jiwa dan perjuangannya. Bagiku sendiri memesona itu apabila melihat Orang Tua yang mampu mendidik putra putri nya dan menanamkan karakter mulia kepada mereka sehingga bersama keluarga ke surga menjadi satu tujuan bersama.

Dari kisah Sultan Murad II dan istrinya yang berhasil mendidik Muhammad AL Fatih sang penakluk konstantinopel, kita bisa mengambil kesimpulan tentang pendidikan yang diterapkan untuk anaknya. Walau anak seorang raja, Al Fatih kecil tidak dididik dalam kemanjaan. Saat Al Fatih malas belajar maka kedua orang tua nya memberi wewenang kepada gurunya untuk memukul Al Fatih. Sehingga dari pukulan itu terbentuklah semangat belajar dan prestasi yang luar biasa; Enam bahasa terkuasai dengan baik, Ilmu Fikih, Ilmu Falak, Matematika, Strategi Perang  bahkan Hafal 30 Juz Al Qur’an…Subhanallah

Cara yang diterapkan Sultan Murad dan Istrinya Huma Hatun dalam mendidik Al fatih salah satunya dengan :

1. Bersahabat dengan putranya… jalan pagi dan bercerita adalah salah satunya.

2. Memotivasi dengan ucapan yang baik karena ucapan yang baik itu seperti pohon yang akarnya kuat dan menancap kokoh kedalam. Jika akar pohon sudah kokoh maka akan sulit untuk tumbang dan buahnyapun akan bagus.

Ucapan yang berasal dari keyakinan akan hadist Rasullulah beratus tahun yang lalu tentang datangnya pemimpin terbaik. 

Ucapan itu memotivasi Al fatih kecil dan tertanam dalam jiwanya. “Mehmed anakku, lihatlah! Di depan jauh disana ada sebuah kota yang bernama konstantinopel. Kota itu adalah salah satu pusat dari kekufuran dan ibukota dari Romawi Timur yang sangat kuat dan tak pernah terkalahkan. Kota itu akan jatuh ke dalam kekuasaan Islam dan Engkaulah… Engkaulah… Insya Allah yang akan menaklukkannya kelak”.

3. Memberikan pendidikan dengan memberi guru terbaik. Guru yang hanya takut kepada Allah, guru yang tidak haus kekuasaan dan guru yang mempunyai visi kedepan.

Itulah kisah yang sangat memesona dari cara pendidikan orang tua kepada anaknya dengan menyiapkan masa depan anaknya supaya menjadi seorang pemimpin yang baik dan tangguh.

Untuk sekarangpun, saya masih terpesona bila melihat, mendengar,memperhatikan ada orangtua yang menghantarkan anak-anaknya berprestasi di dunia tetapi anaknya begitu menghormati orang tua, menjalankan agamanya dengan baik salah satunya berhijab bagi perempuan. Alangkah teduhnya lihat sepasang kakek nenek dikelilingi anak, mantu, cucu yang pada santun, saling kasih dan tawadhu.

Orang tua yang berhasil mendidik dan menanamkan karakter mulia kepada mereka. Menanamkan dasar-dasar agama dan pokok-pokok akidah Islamiyah untuk buah hatinya, lalu ditempa menjadi anak-anak akherat bukan hanya anak-anak dunia.

Memesona itu mendengar doa kebaikan bagi anak-anaknya ditengah masalah yang diciptakan anak, tanpa sumpah serapah ataupun keburukan bagi anak-anaknya. Karena percaya “Apa yang diucapkan orangtua itu adalah doa”. 

Memesona itu apabila melihat orang tua yang tega membiarkan anak-anaknya dididik di sebuah pesantren dengan meninggalkan kesenangan si anak, mengarahkan anak, memilihkan dan mengkondisikan anak supaya berada dalam lingkungan yang kondusif yang berorientasi akherat.

Memesona itu melihat Orang tua yang sakit tapi tetap bersyukur, tidak berkeluh kesah, tidak marah-marah, patuh, tidak mau merepotkan dan berusaha memperingan anak-anaknya dalam menjaga dan membiayainya. Dalam kesakitannya tetap berusaha menjaga hijab (saya pernah lihat ada nenek yang tetap pakai hijab dan kaos kaki saat di rawat di RS), saat kesakitan yang keluar dari bibirnya itu dzikir bukan mengaduh, tetap menjalankan sholat dengan dibantu anak-anak tentunya. Jadi memesona itupun kalau melihat anak yang begitu berbakti dan pengabdian saat kondisi orang tua nya sudah tidak muda lagi dan tentu kondisi fisiknya pun sudah menurun, anakpun  menyiapkan bekal akherat orang tuanya dengan membimbing saat waktu sholat tiba, menunaikan nazarnya, serta selalu mendoakannya.

Rasul bersabda “ORANG TUA adalah pintu surga yang paling tengah, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya” (HR Tirmidzi). Maksud pintu surga yang paling tengah adalah pintu yang paling bagus dan paling tinggi. Dengan kata lain, sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orang tua dan menjaganya.

Akhirnya memesona itu adalah menua dan meninggalkan generasi Rabbani.

Akankah aku nanti memesona?