#MemesonaItu Ketika memberanikan diri untuk menjadi diri sendiri

by Niken Yeckti Rachmahatmi / 09 April 2017

Wanita. Ya, makhluk istimewa yang telah Tuhan ciptakan. Ia tercipta dari tulang rusuk. Betapa berharganya seorang wanita di muka bumi ini. Siapapun dia, setinggi apapun ilmu dan kedudukannya. Tetap saja dia adalah wanita, yang suka disanjung, dipuja, dimanja, dirayu dan dicinta. Hati wanita hanya mengenal satu kegembiraan di dunia ini, yaitu mencinta dan dicinta.

                Terkadang, wanita mempunyai cara sendiri untuk di cintai. Walaupun, banyak rintangan yang harus ia relakang demi mendapatkan apa yang ia inginkan di ujung perjuangannya. Apalagi, kalau bukan dicintai. Wanita pun, terkadang tak sadar bahwa yang dicintai itu bukan hanya sampul atau yang familiar dengan fisik. Tetapi, organ tubuh yang ada di dalam dada yang paling mulia. Namun, organ tubuh yang sesungguhnya hanya bisa di rasakan oleh seseorang yang mencintainya.

                Ketika wanita gagal melakukan cara sendiri untuk dicintai. Ia tak menyerah begitu saja. Ia masih terus menerus memberontak penghalang yang membuat ia menjadi gagal. Walaupun, sebenarnya cara itu tidak mencerminkan bahwa ia adalah wanita yang benar-benar asli. Ia masih mencoba bersolek di luar bagaikan emas yang terkena sinar matahari. Terang benderang memusatkan perhatian mata namun sakit jika dilihat terus menerus. Meskipun, cara itu menguburkan kepribadian dirinya yang sesungguhnya. Ia terus mengejar sampai apa yang ia inginkan tercapai.

                Mencoba untuk berubah, berubah dan berubah agar dicintai. Tetapi, orang-orang di sekitarnya tidak mendukungmu untuk berubah dengan menguburkan dan menyembunyikan originalitas dirimu yang sesungguhnya. Wahai kaum putri yang anggun, dimana dirimu yang sebenarnya? Janganlah terlalu berlebihan merubah dirimu secara drastis dan mengubah kodrat yang telah ditentukan oleh Tuhanmu sebelum kamu lahir di dunia yang fana ini.

                Pada faktanya, wanita dicintai ileh lelaki dan begitupun sebaliknya. Masalah seseorang yang mencintaimu, wanita. Ingatlah, jodohmu yang sudah di tentukan sendiri. Seperti pepatah "Ada saatnya wanita yang baik bertemu dengan lelaki yang baik.". Tidak perlu meninggalkan originalitas diri sendiri dengan mengikuti jejak orang lain. Kita sebagai wanita, boleh berubah. Tetapi, berubahlah  menjadi lebih baik. Di ibaratkan, dari ulat, kepompong dan berakhir menjadi kupu-kupu yang indah. Tidak perlu mengubur dalam dalam originalitas diri sendiri kita.

                Aku yakin, semuanya akan menjadi bisa kalau kita masih mau berusaha sekuat tenaga. Ketika kamu sudah berjaya, pertahankan. Agar dirimu terlihat memesona dipandang orang-orang yang melihat keajaiban dirimu yang indah. Yaitu, dirimu sendiri. Sesungguhnya dirimu sendiri adalah kodrat tuhan yang telah diciptakan sebaik-baiknya dengan pesona yang memancarkan aura keindahan dan kemuliaan. Maka, jangan disia-siakan begitu saja. Buktikan, bahwa kamu adalah wanita yang memesona. Jangan sampai, kamu tersesat di tengah jalan wanita. Jagalah hatimu jangan di kotori begitu saja dengan pengaruh orang-orang di luar sana. Beranikan diri untuk menjadi lebih baik. Sungguh engkau wanita, seputih melati. Lembutnya sikapmu, memikat hati orang-orang yang akan mencintaimu esok kelak. Membuat ia tertarik pada pesonamu, wanita. Tetaplah, jadi wanita yang selalu menjadi diri sendiri dan terpikat pada sosok yang menawan dan memesona. Jangan sampai, engkau rapuh hanya karena kamu gagal menjadi dirimu sendiri. Itu tandanya, tuhan mengujimu dengan memberatkan cobaanmu agar kamu semakin kuat dan dewasa menjadi wanita yang sesungguhnya. Dengan itu orang-orang memandangmu penuh kekaguman dari pesonamu. Oh, indah sekali engkau wanita ciptaan yang paling mulia.