#memesonaitu jatuh, dan bangun lagi

by Magdalena / 08 April 2017

Wanita yang #memesonaitu yang seperti apa? Wow, satu pertanyaan yang mudah menurut saya. Pastilah yang langsung terbayang seorang wanita muda, berpenampilan menarik, update dengan kemajuan teknik – teknik perawatan wajah dan kecantikan, mempunyai suami berpenghasilan tinggi, beranak dua, laki – laki dan perempuan ( yang menurut orang – orang; waah, hebat, udah sepasang) berbadan tetap langsing – kencang seperti saat masih gadis dulu, punya bisnis sendiri, sehingga tidak membebani suami dan malah bisa membantu keuangan keluarga dan berbagai tambahan nilai kesempurnaan lain di dunia ini.

Well, bagaimana jika dunia tidak mengantarkanmu ke jalan itu? Bagaimana jika dunia memberimu anak yang memerlukan kebutuhan khusus? Bagaimana jika dunia tidak memberimu badan yang tetap aduhai setelah melahirkan anak – anakmu? Bagaimana jika kau tak punya waktu untuk berdandan dan merawat diri karena terlalu banyak yang harus disiapkan dan seakan kau tak punya waktu untuk dirimu sendiri? Bagaimana jika taka ada uang untuk treatment wajah yang ini itu karena terapi anakmu memerlukan biaya yang besar? Masihkah tetap bisa kau #memesona? Lalu mungkin ini menjadi pertanyaan yang tidak mudah.

Belajar dari pengalaman hidup teman – teman, orang yang lebih tua dan berkaca pada pengalaman diri sendiri, saya mulai dengan perlahan mencari tahu makna #memesona yang sesungguhnya.

#memesonaitu berdamai dengan diri sendiri. Apapun yang dunia berikan padamu, kemanapun dunia mengantarkanmu, terimalah dengan penuh ucapan syukur. Walau terkadang tergoda untuk membandingkan cerita hidupmu dengan orang lain, tergoda untuk membayangkan bahwa hidup orang lain pastilah lebih mudah dari hidupmu, tapi yakinlah dengan sungguh, sang Pencipta tahu yang terbaik, Dia Maha Tahu dan Maha Penyayang. Menangis  dan merasa lelah itu tidak dosa kok, tapi kembalilah tersenyum segera karena ada banyak hal yang patut disyukuri, whether it’s a teeny tiny one J

#memesonaitu menghayati peranmu dengan sungguh – sungguh. Saat kau harus memerankan sosok ibu muda, saat bayimu masih umur beberapa bulan dan untuk mandipun kau tak punya waktu, riasan apapun tak bisa menghilangkan kantung hitam di bawah matamu, bersabarlah, jalanilah dengan ikhlas, karena tak selama nya bayi mu akan menjadi bayi. Satu saat kau bisa mandi lagi dengan tenang dan kantung hitam itu akan hilang dengan sendirinya J.

#memesonaitu bermakna untuk orang lain. Saat kau harus menyimpan cita – cita untuk berkarier dan mengejar posisi idaman karena ternyata Tuhan menitipkan  anak berkebutuhan khusus dan dia butuh kau di rumah untuk mendampingi nya setiap saat, mengantarnya ke berbagai tempat terapi, berbanggalah. Karena kau tahu hidupmu bukan lagi untuk menyenangkan dirimu sendiri, tapi ada seorang anak luar biasa yang berbahagia karena mempunyai mama yang sungguh sangat mencintainya dan mengerti kebutuhannya.  

Dan mungkin ini yang terakhir, #memesonaitu jatuh, dan bangun lagi, begitu seterusnya. Saat kau merasa gagal, lelah, putus asa, sedih, hancur karena terkadang hidup seakan terlalu sulit untuk dijalani, berlututlah, minta pertolonganNya. Karena seorang pernah berkata; berani mati itu mudah, berani hidup, itu yang sulit. Yes, life is tough. Dan wajar untuk kita merasa lelah, capek dan ingin berhenti. Namun yakin, sang Sutrada yang Maha Melihat, tahu keaadanmu, tahu saat kau lelah, tahu saat kau menangis dan tidak kuat untuk berdiri, tahu saat kau merasa sendiri, tahu saat kau merasa ingin berhenti saja. Dan secara luar biasa, kau diperkenankan melihat keajaiban, apakah itu sesuatu yang besar dan kau idam – idamkan, atau kadang sesederhana tatapan mata manis dari anak autismu.

Magda , 31 tahun, ibu dari Kaleb, 6 tahun, penyandang autism, dan Joelle, 4 tahun.