#Memesona itu Menjalin Hubungan yang Baik dengan Orang Lain

by Atiqotur Rosyidah / 08 April 2017

        Bicara mengenai pesona bukan melulu tentang paras yang cantik, badan yang seksi, dan bau tubuh yang harum. Meskipun salah satu diantara hal tersebut menjadi bagian yang bisa membentuk pesona, namun lebih jauh dari itu pesona adalah mengenai kepribadian seseorang, bagaimana berperilaku, bagaimana berinteraksi dengan orang. Pesona bukanlah hal yang bisa dinilai dengan uang, melain hal yang harus dibentuk. Orang akan terlihat memesona ketika bertutur kata yang indah, bernteraksi dengan baik, berpenampilan sopan.         
        Berinteraksi dengan baik melibatkan sikap yang memesona, membuat diri kita  benar-benar merasa tertarik dengan orang lain. Kita tidak harus mencintai semua orang, tetapi kita seharusnya merasa penasaran atau tertarik dengan orang dalam cara tertentu. Belajar bagaimana cara bertanya berdasarkan minat kita sambil tetap sopan dan orang lain akan merasa bahwa mereka menarik. Tindak lanjuti dengan lebih banyak pertanyaan untuk terus menunjukkan minat kita, orang yang kita ajak bicara seharusnya tidak  merasa bahwa kita mencoba untuk membuat percakapan menjadi pendek. Kemudian mengingat nama orang waktu pertama kali kita bertemu mereka. Semakin sering kita menyebut nama mereka, semakin orang itu akan merasa bahwa kita menyukai mereka dan semakin besar kemungkinan mereka bersikap hangat terhadap kita. Selanjutnya kita mengasumsikan hubungan yang baik. Hal ini berarti bicara dengan orang asing atau seorang kenalan baru dengan cara yang sangat bersahabat, seperti orang itu teman lama atau saudara yang hilang. Kebaikan ditambah dengan rasa hormat, membuat orang lain merasa mereka dicintai dan diperhatikan. 
        Tidak bisa dipungkiri kesan pertama yang orang lihat dari diri kita adalah penampilan, sebagian besar orang menganggap penampilan yang menarik atau sopan mencerminkan kerpribadian seseorang yang sopan pula. Penampilan sopan bukan hanya dilihat dari pakaian, tetapi juga dari tutur kata kita, dalam bertutur kata kita harus terlihat dewasa dan menggunakan sentuhan kebijakan, yaitu bahasa yang sopan.  Kemudian intonasi kita dalam berbicara, Suara kita seharusnya lembut dan damai, tetapi langsung. Ucapkan kalimat dengan jelas dan peroyeksikan suara kita. Selanjutnya gerak tubuh kita bagaimana, menghadap ke orang yang kita ajak bicara sehingga kita tidak kelihatan cemas untuk menjauh setelah percakapan selesai. Menghadap ke orang yang Anda ajak bicara sehingga Anda tidak kelihatan cemas untuk menjauh setelah percakapan selesai. Di sebagian besar daerah dimana berjabat tangan bukan hal yang biasa, gunakan gerakan fisik yang lain untuk menunjukkan bahwa Anda tertarik untuk berbicara dengan orang. 
        Dari opini yang saya tuliskan di atas, inti dari memesona adalah orang yang pandai berinteraksi atau menjalin hubungan dengan orang lain. Karena sejatinya manusia hidup utuk berinteraksi, entah dengan pasangan, keluarga, tetangga, teman teman kerja ataupun sekolah, dan masyarakat lainnya. Memesona bukanlah hal yang dibuat, melainkan dibentuk, butuh serangkaian proses yang panjang untuk menjadikan diri kita memesona. Memesona itu diperlukan adanya pembelajaran, adanya ketekunan, adanya menghargai. Orang yang cantik belum tentu memesona, tapi orang memesona sudah pasti cantik. Maka jadilah wanita yang memesona, yang pandai berinteraksi, yang pandai menjalin hubungan, yang berperilaku baik, sopan, dan cerdas hati dan pikirannya. Karena ketika di dalam diri kita sudah tertanam serangkaian sikap tersebut, orang akan terkesan dengan kita, orang akan memerhatikan kita, bukan karena paras kita yang cantik, badan kita yang seksi, rambut kita yang panjang, badan kita yang putih dan tiggi, tapi lebih jauh dari itu, kepribadian kita.