#MemesonaItu Ya Aku

by Nikmatur Rohmaya / 07 April 2017

Beberapa waktu yang lalu pernah viral dan menjadi perdebatan hangat di kalangan mak mak muda tentang parenting, seperti Ibu ASI vs ibu sufor, fulltime mom vs working mom. Alamak tentunya hal tersebut sempat membuat saya sebagai ibu muda yang masih labil jadi galau gak ketulungan... Ahhh bagaimana tidak galau, saya adalah ibu bekerja dan bayi saya tidak full ASI alias campur sufor. Kerja dari jam 7 hingga sore. Anak pagi sampek sore minum sufor malam ASI. Ahh sungguh waktu membaca artikel- artikel itu membuat saya merasa bersalah menjadi seorang ibu. Beruntunglah saya mempunyai suami yang tingkat bapernya hampir mendekati nol. Beliaulah yang mensupport saya  dan mengatakan bahwa saya adalah wanita yang #Memesona. Meleleh jadinya. Hingga bangkitlah kepercayaan diri saya dan berulang kali saya menguatkan diri saya bahwa saya adalah wanita yang #Memesona.


Menurut KBBI #Memesona berasal dari kata pesona yang artinya daya tarik atau daya pikat. Sedangkan #Memesona berarti sangat menarik atau mengagumkan. Well saya sendiri percaya bahwa saya adalah wanita yang #Memesona. Hehehe pede donk. Kenapa saya wanita yang #Memesona? Karena saya menjalankan empat peran sekaligus. Istri, anak, ibu serta guru. Menjalankan empat peran sekaligus tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran dan kemampuan multitasking tingkat tinggi. Harapan saya adalah menyeimbangkan keempat peran tersebut: istri yang sholehah, anak yang berbakti, ibu yang baik serta guru yang profesional. Yay itulah predikat yang ingin saya sandang dan terus berusaha mewujudkan. #MemesonaItu adalah ketika saya dengan segala keterbatasan sebagai manusia terus berusaha mewujudkan peran peran saya dalam kehidupan seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya. Yaa tidak mudah memang, banyak kerikil tajam yang siap menghadang. 


#MemesonaItu adalah menjadi istri yang sholehah. Sulit sulit sulit. Tapi tidak ada yang mustahil bila kita berusaha. Meskipun tidak sempurna saya berusaha semaksimal mungkin mewujudkannya. Mulai dari menyenangkan hati suami hingga tidur paling akhir bangun paling awal untuk menyiapkan keperluan suami. Berat iya, tapi ingat pahala dan ladang surga. Hihihi. Meskipun banyak kekurangan sebagai seorang istri namun saya cukup #Memesona untuk suami saya. hahaha


#MemesonaItu adalah menjadi anak yang berbakti. Kadang kala setelah berumah tangga, banyak diantara kita yang lupa akan kewajibannya sebagai anak. Namun saya berusaha untuk tetap menjadi anak yang berbakti. Tetap menjaga silaturrahmi, bertelpon ria hingga memberikan hadiah kepada orang tua. semoga terus bisa menjadi anak yang #Memesona. Aamiin


#MemesonaItu adalah menjadi ibu yang baik. Anak kami Syafiq Rizal Rahman merupakan anak yang lucu dan menggemaskan. Namun sayang, Syafiq mengalami keterlambatan dalam kemampuan motorik kasar dan bahasa. Sedih iya, terpukul juga iya. Tapi setelah direnungi tak ada gunanya sedih berlarut larut. Saya dan suami sekarang fokus pada pengobatan anak kami. Mulai dari pijat hingga fisioterapi rutin kami lakukan. Saya akan terus berusaha menjadi ibu yang baik bagi anak saya. Sehingga nantinya Syafiq tau kalau ibunya adalah ibu yang #Memesona.


#MemesonaItu adalah menjadi guru yang profesional. Yaaa tidak asal menjadi guru dengan gaji buta dong. Menurut saya, saya cukup #Memesona lo menjadi guru. Saya pernah mengantarkan murid saya hingga memperoleh medali perak dan the best experiment pada  ajang KSM (Kompetisi Sains Madrasah) tingkat Nasional. Dan ini kedua kalinya saya mengantarkan murid saya bersaing di ajang tingka nasional. Waaawww #Memesona kan?


Tentunya dibalik kepedean saya yang #Memesona masih banyaaakkk kekurangan. Namun saya bangga menjadi saya. Karena #MemesonaItu seyogyanya dimulai dari diri sendiri. Bagaimana orang lain akan bangga pada kita, bila kita belum bangga dan cinta pada diri kita sendiri. #MemesonaItu dimulai dari penerimaan akan diri kita. 


#MemesonaItu menjadi wanita kebanggaan orang orang tercinta


#MemesonaItu selalu berusaha menjadi yang terbaik

Daaaannnn

#MemesonaItu ya aku.