YANG #MEMESONAITU ADALAH PULAU PASIR

by Inne Oktaviany / 07 April 2017

Menurut saya yang hanya sedikit memahami bahasa Indonesia, “memesona” itu artinya memukau, membuat seseorang terpukau, membuat terkesima, mengagumkan atau menarik perhatian.

Kita, saya, kamu pasti pernah melihat sesuatu yang begitu memesona di suatu tempat sampai tidak bisa mendeskripsikannya ke dalam kata-kata. Meski memiliki kesempatan beberapa kali menapakkan kaki di luar negeri, ternyata tempat yang membuat saya terpesona ada di Indonesia. Karena tiap orang memiliki pandangan berbeda terhadap suatu tempat, maka izinkan saya memperlihatkan salah satu tempat yang tak berhenti membuat saya berdecak kagum.

Bulan Februari tahun 2016 saya mendapat kesempatan pergi ke pulau Belitung karena mendapatkan tiket dengan harga super murah. Saya dan 2 teman saya nekat pergi ke Belitung meski banyak yang bilang bulan Februari sering terjadi badai dan air masih sering pasang. Kalau kami batal pergi, tiket yang kami beli pasti hangus karena tidak dapat di-cancel. Kami pergi dan berharap dapat view bagus di belitung nanti meski cuaca masih musim hujan. Landing di bandara super mungil, kami disambut hujan deras. Karena perjalanan yang super mepet juga super mendadak, kami tidak sempat membuat itinerary. Kami hanya mengandalkan panduan dari bapak taksi yang kami sewa mobilnya seharian.

Liburan di pulau Belitung hari pertama diisi dengan sarapan di tempat mie ayam jamur/bakmi. Soal rasa gak perlu khawatir, mie ayam jamurnya enak banget. Mungkin saya gak akan menemukan mie ayam jamur seenak ini di Bandung.

Asyiknya lagi, Belitung bebas macet, dari satu tempat ke satu tempat hanya butuh waktu gak lebih dari 30 menit. Setelah selesai dengan urusan perut, kami mampir di hotel untuk menyimpan semua barang bawaan. Hari pertama kami hanya berteduh di pantai Laskar Pelangi yang banyak batu-batu besarnya. Menikmati embusan angin laut.

Hari kedua, petualangan kami dimulai. Pagi-pagi kami dijemput driver dan diantar ke sebuah pantai di mana kami sudah dipesankan sebuah kapal. Rencananya kami akan keliling pulau-pulau kecil, snorkeling dan jalan-jalan di laut seharian. Ini kapal kami, ada seorang kapten kapal dan 1 awak lainnya yang bertugas menurunkan jangkar.
img_5004

Sepanjang perjalanan, ombak dan gelombangnya lumayan besar, kapal gak berhenti jumping-jumping, untung salah satu dari kami gak ada yang mabuk laut. Perjalanan aman sampai tiba di pulau Lengkuas yang terkenal dengan mercusuarnya. Selesai berendam sedikit di pulau Lengkuas, pak kapten kapal mengajak kami ke tengah laut untuk snorkeling.
IMG_5022

Selanjutnya si kapten menunjukkan sebuah tempat yang sangat unik, katanya kita hanya bisa melihatnya menjelang sore hari. Ini bukan membicarakan tentang senja yang banyak dikagumi banyak orang dan memang saya akui kehadiran senja juga memesona.

Saya ingin menceritakan tentang sebuah pulau kecil di antara pulau-pulau indah di Belitung. Inilah Pulau Pasir! 
Pulau ini hanya muncul ketika airnya surut sekitar pukul 3 sore. Ketika pasang, kawasan ini merupakan laut yang membentang luas diantara banyak pulau kecil. Mungkin menurut kamu, apa bagusnya ada gundukan pasir di tengah laut? Buat saya ini hal baru yang memesona yang pernah saya lihat dalam hidup saya. Kamu lihat air berwarna hijau itu? Air laut terindah yang pernah saya lihat, meski mungkin di bagian Indonesia lainnya ada keindahan semacam ini.

Ternyata hal indah itu ada di Indonesia tepatnya di kepulauan Belitung. Satu jam berada di tempat ini membuat saya makin sadar kecilnya saya di dunia ini, di hadapan Tuhan dan alam. Saking memesonanya tempat ini, saya sampai bergumam dalam hati “andai saya bisa membawa pulau pasir ini ke Bandung” agar saya bisa melihat kapan saja saya mau.

Yang membuat tempat ini makin memesona adalah suara angin, suara air warna air dan warna langit. Jauh dari kebisingan klakson di kota besar, jauh dari udara pekat hasil dari kendaraan dan juga kamu tidak akan menemukan orang yang meminta uang parkir saat akan memasuki daerah pantai.

Kebetulan waktu itu hanya ada kapal yang saya tumpangi yang merapat di Pulau Pasir. Gak berhenti saya mengucap syukur bisa melihat tempat ini saat pergi ke sana. 

Saya jatuh cinta pada Belitung dengan segala yang ada di dalamnya, dengan keramahan orang-orang yang tinggal di sana, dengan kopi susunya, dengan bakminya, dengan pulau Lengkuas, dengan pasir pantainya dan dengan Pulau Pasir.