#MemesonaItu - Hadir Secara Utuh

by Indah Purnama Sari / 07 April 2017

#MemesonaItu mengenal diri sendiri dengan baik. Karena, berkenalan dengan diri sendiri, memahami eksistensi diri sendiri itu butuh proses yang tidak sedikit. Bahkan banyak orang yang rela membayar lebih, demi menggali apa yang ada di dalam dirinya dan potensi apa yang dimiliki olehnya. Setiap saya melihat seorang yang benar-benar mengenal dirinya sendiri dan tahu apa yang dia sukai dan tidak, seketika saya melihat daya tarik tersendiri pada sosok tersebut.

Sebut saja banyak perempuan sukses seperti Oprah Winfrey, Kate Winslet dan nama besar perempuan lain yang justru bisa menjadi sumber inspirasi untuk banyak orang. Melalui apa? Melalui bentuk penerimaan diri sendiri yang mungkin bagi sebagian orang justru dikeluhkan. Seperti Kate pernah mengatakan pada media, bahwa dirinya sangat bangga dengan tubuhnya saat ini meski cenderung gemuk setelah melahirkan. Atau memiliki guratan paska hamil, tak lagi membuatnya galau.

Dan penerimaan pada diri sendiri, bukan tanpa proses. Ada satu hal yang bisa dilakukan yaitu berkenalan dengan diri kita sendiri. Sudah seberapa kenalkah Anda dengan diri Anda sendiri?

#MemesonaItu



Berkenalan dengan diri sendiri mungkin bisa diawali dengan menjalani kehidupan yang seutuhnya. Alih-alih menikmati sarapan sambil membayangkan enaknya berlibur ke pantai. Mengapa kita tidak mencoba untuk tetap sadar dan menikmati makanan, menghirup udara dan mengenali apa saja yang ada di dekat Anda. Konsep hadir secara utuh sudah banyak dibahas, kalau di Indonesia saya mengenal mas Adjie Silarus yang pernah menulis sebuah buku berjudul “Sejenak Hening.”

Manfaat dari Hadir Secara Utuh sangat banyak sekali dan #MemesonaItu adalah proses menghargai kehidupan dengan menikmati kondisi dan suasana serta aktivitas yang dilakukan saat ini.


1. Hadir Secara Utuh dapat membantu kita lebih tenang. Cukup awali pagi dengan menghirup napas dan menghembuskannya sebanyak tiga kali. Namun, tetap harus menikmati setiap tarikan dan helaan napas.

2. Hadir Secara Utuh meningkatkan rasa empati dan simpati pada lingkungan. Dengan mengamati apa saja yang terjadi di sekeliling Anda, entah itu ketika Anda tengah berada di perjalanan, berada di Mall, berada di Sekolah atau berada di mana saja. Usahakan untuk mengamati kegiatan, benda atau wewangian apa saja yang kita dapati.

3. Hadir Secara Utuh dapat membantu kita menghadapi stress berlebihan hingga mencegah depresi. Karena kita belajar untuk merasakan, menerima serta belajar untuk mengurai kesulitan yang dihadapi sendiri tanpa mengabaikannya apalagi menanggap hal tersebut tidak ada.



***

Multitasking itu perlu, bagi beberapa hal. Namun, terlalu sering mengerjakan banyak pekerjaan dalam satu waktu, justru cenderung membuat kita sulit untuk Hadir Secara Utuh. Alih-alih fokus mengerjakan satu hal, justru akan disibukkan dengan pekerjaan lainnya yang masih belum terselesaikan. Saya sendiri, sudah mulai mengurangi melakukan banyak hal dalam satu waktu. Dengan mulai mengatur fokus kemudian memilah dan memilih apa saja yang bisa dilakukan dengan multitasking dan apa saja yang tidak.

Dengan memilah dan milih serta membuat prioritas, saya belajar untuk menghargai pikiran dan tubuh saya. Menghargai setiap helaan napas yang membuat saya terkadang lupa. Bahkan tidak jarang, ketika orang tengah sibuk, mereka sering melupakan apa saja yang terjadi pada tubuhnya. Tanpa sadar ternyata ada memar akibat terantuk benda tajam, namun tidak tahu penyebabnya. Hal ini diakibatkan kehidupan yang tidak sinkron antara tubuh dan pikiran.

Untuk memulai kehidupan mindfulness bukan hal yang sulit, cukup melakukan beberapa hal sederhana setiap hari dengan konsisten untuk Hadir Secara Utuh.


#MemesonaItu




Mulailah Dengan Bangun Pagi Setiap Hari


Tidak ada cahaya yang lebih alami ketimbang cahaya matahari pagi ketika terbit. Pandangi setiap cahaya yang mulai sedikit demi sedikit naik dan menyinari setiap sudut ruangan. Atau dengan menghirup udara dan menikmati suara-suara yang terdengar oleh telinga kita. Entah itu suara bising kendaraan atau suara kegiatan orang-orang. Nikmati dan rasakan keutuhan jiwa dan pikiran ini.


#MemesonaItu
Source : Pinterest



Duduk

Ini bukan sesuatu yang sulit, kan? Kita tinggal duduk saja setelah berjalan kaki mengelilingi rumah atau menikmati mentari pagi. Duduk dan telusuri apa yang ditangkap oleh indra penglihat kita ketika duduk, apa yang tercium oleh indra penciuman kita dan apa yang kita sentuh.


#MemesonaItu




Rapikan Tempat Tidur

Mungkin aneh jika merapikan tempat tidur dapat membuat seseorang bahagia. Tapi, dengan merapikan tempat tidur dan melihatnya rapi, akan mengurangi satu tugas. Sehingga kita bisa menjalani aktivitas lainnya setelah itu.



Makanlah Ketika Lapar

Jangan tunda rasa lapar apalagi mengabaikannya. Segeralah makan ketika rasa lapar menyerang dan usahakan untuk merasakan setiap kunyahan makanan di dalam mulut. Belajar merasakan apakah asin, manis atau masam. Dengan hadir secara utuh kita bisa mensyukuri apa saja yang kita dapat dari hidangan yang kita makan.



Gunakan Alat Bantu Waktu

Ketika dihadapi tekanan pekerjaan yang terlalu banyak, gunakan timer atau jam dan tentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu pekerjaan. Baru kemudian selesaikan pekerjaan lainnya setelah ‘jatah waktu’ habis. Ini untuk melatih fokus serta melatih menentukan prioritas dalam pekerjaan.



Konsep Hadir Secara Utuh memang bisa dibilang bukan hal yang mudah, karena saya sendiri pun sering mengalami kondisi dimana pikiran dan tubuh saya tidak sinkron. Dengan memulai segala sesuatu dari hal yang sederhana kemudian menjadikannya sebagai hal baik untuk terus dilakukan, ini merupakan bentuk usaha untuk bisa menghargai hidup yang diberikan pada kita.

Begitu juga banyak perempuan yang menginspirasi orang lain, tampak bahagia dan kuat. Itu karena mereka belajar untuk menghargai apa saja yang telah mereka lakukan, mereka menghargai diri mereka sendiri, menerima apa saja kekurangan diri sendiri dan merayakan kemenangan yang diraih meski bentuknya kecil.

Karena #MemesonaItu tidak rumit, cukup mengenal diri sendiri dan menghargai setiap waktu dan udara yang kita hirup.