#MemesonaItu, Bisa Menerima Pasangan Apa Adanya, Bukan Ada Apanya

by Uli Hartati Panggabean / 06 April 2017
Cantik tak selamanya memesona ?
Sering ya kita merasakan hal tersebut, dia sih cantik tapi ....

Memesona memiliki arti mengagumkan, nah bisa banyak alasan untuk menarik perhatian orang, tak hanya sekedar fisik. Memesona bukan milik kaum hawa semata, kita bisa jadi begitu kagum terhadap seseorang yang bukan siapa-siapa hanya karena sebuah perbuatan yang kita anggap heroik.

#Memesonaitu Bahagia Bersama


Belum lama ini ada sebuah kisah yang viral di sosial media, kisah percintaan sepasang kekasih yang tak jadi menikah "Selma - Senna", saya pun mencari tahu secantik apa sih wanita ini ? Dan ternyata memang cantik, namun kisahnya membuat saya tidak mengaguminya, pesona nya langsung lenyap seketika. Perempuan cantik itu biasa, cantik memesona juga banyak, tapi yang bisa menjaga komitmen sebuah hubungan mungkin memang sudah mulai berkurang. Kemauan untuk bersabar, kemauan untuk memegang janji, kemauan untuk berjuang bersama justru akan membuat seorang wanita memiliki pesona luar dalam, bukan hanya enak dipandang tapi bisa menjadi inspirasi bagi kaum hawa lainnya.




#MemesonaItu Berlibur Bersama


Kembali ke diri ku , akupun sempat di ambang keraguan untuk menerima ajakan menikah dari pacar ku yang kini telah menjadi ayah dari kedua anakku. Banyak alasannya, dari sisi ekonomi, dari sisi adat dan budaya bahkan sisi fisik pun mengusik ku, semua tampak jauh dari impian ku. Namun suatu malam diantara doa-doa ku aku merasa diajak tuhan bicara "bukankah kau meminta jodoh kepada KU? Mengapa pria yang tak sempurna itu tak pernah kau gubris? AKU kah yang salah ? atau doa mu yang tak sempurna ?" Lama aku merenung, ah bisa jadi bukan karena tuhan yang tak mendengar doa ku tapi karena akulah yang tak memahami wujud dari doa ku !

#MemesonaItu Berkumpul Dengan Teman


Sejak itu aku mulai menerima kebaikannya, komentar-komentarnya di setiap tulisanku mulai aku respon, sampai akhirnya dia menyatakan niatnya untuk menikah, dan pertanyaan mamak ku adalah sama dengan keraguan ku. Apakah yakin nak menikah dengan dia ? Yakinkah akan tercukupi nafkah rumah tangga mu ? Aku ibumu yang sudah melelahkan mu di tahun belakangan ini, ijin kan aku untuk bisa memberikan seseorang yang bisa membayar lelah mu selama ini. Aku tatap wajah mamak, mak inshaallah dia lah yang terbaik, tak mengapa dia tak memiliki rupiah, aku bisa melengkapi nya, tak mengapa dia tak memiliki jabatan, aku sudah capek dengan jabatan yang hanya membawa ketidak baikan. Akhirnya restu orang tua pun aku dapat, alhamdulillah sampai saat ini aku merasa bahagia, aku merasa bahwa memang ini yang terbaik.
#MemesonaItu Metime ke Salon


Itulah sebabnya aku tak suka dengan perempuan yang memutuskan komitmen dengan alasan "kemapanan", meskipun itu hak setiap orang. Aku di besarkan dari keluarga yang tak miskin juga tak kaya raya, namun kesimpulan masa kecil ku "aku adalah anak manja". Sampai aku mau menikah tak pernah aku mencuci baju, menyetrika dan memasak. Yang aku suka hanya membersihkan rumah. Menikah membuat dunia ku terbalik, tapi aku justru bahagia. Aku merasakan menemukan hal baru, yang tadi nya tak pernah tahu rasanya mencuci, menyetrika baju akhirnya aku bisa memahami betapa lelah urusan menyediakan pakaian bersih untuk keluarga,aku yang tak seutuhnya mengenal berbagai rempah akhirnya menjadi paham segala jenis rempah untuk setiap menu masakan yang berbeda pula. Semula aku begitu menyukai ritme bekerja di kantor, ritme perjalanan dinas ke luar kota dengan menikah aku malah tak menginginkan itu semua lagi, aku begitu rindu akan rumah mungil kami, rindu mendengar suara anak-anakku dan rindu menyapa suamiku.

#MemesonaItu Lunch Bareng boss


Perempuan itu akan semakin memesona ketika dia mampu menerima pasangannya apa adanya bukan karena apa yang dimiliki. Percaya lah bahwa semua orang akan mudah beradaptasi pada situasi yang baik, dan sangat susah untuk beradaptasi dengan suasana yang jauh berbeda dengan kebiasaan kita, akan tetapi luar bisa bila kita pun mampu dengan cepat menyesuaikan diri pada keadaan asing dan ada sebuah kepuasan lahir batin ketika kita bisa melewatinya.

#MemesonaItu Mendapat Pengakuan dari Suami


Aku tak malu untuk mengakui bahwa pendapatan ku jauh lebih besar dari suamiku, akan tetapi itu bukan hal yang aku ingat-ingat, yang aku selalu ingatkan kepada diriku bahwa suami adalah orang asing yang mampu menerima kita secara sempurna, suami adalah seseorang yang menyebabkan kesempurnaan kita sebagai perempuan, karena itu suami yang baik itu tak bisa di teropong dari isi dompetnya. One day mamak datang ke rumah kami, dan seperti kebiasaan ku sejak menikah, aku bangun jam tiga pagi, memulai aktivitas dengan memasak nasi, memasak lauk, lalu memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci, menjemur nya berbarengan dengan adzan shubuh, aku mempersilakan mamak untuk sarapan dan sudah memasak kan menu makan siang nya selama aku tinggal bekerja. Aku yang menjalankan rutinitas merasakan kesempurnaan tapi disisi lain mamak ku menangis ? Telepon dari adikku membuat aku kaget, "kak, mamak menangis bahagia", hah? seriuskah mamak bahagia melihat kondisi ku ?

#MemesonaItu Melihat Mereka Tersenyum


Mamak ku menelpon adikku sambil menangis, mamak tak menyangka aku mampu menjelma menjadi seorang perempuan bekerja yang memaksimalkan semua kemampuan sebagai wanita, bangun pagi untuk predikat seorang istri dan ibu kedua anakku, berangkat kerja tepat waktu untuk predikat pekerja, dan pulang malam lalu masih bermain dengan kedua anakku demi predikat quality time, maklum ya waktu bersama anak-anak hanya sedikit, yang bisa aku lakukan adalah bagaimana mereka bisa mengenang ku di sepanjang hari dari pertemuan beberapa jam kami. Mamak takjub melihat aku melakukan semuanya, mamak bilang "kau luar biasa nak". Dan pada akhirnya mamak pun bersyukur dengan kondisi suamiku yang bukan siapa-siapa, begini mamak bilang "untung lah dia yang menjadi suamimu, cucu-cucu ku bisa mendapatkan perhatian dari ayah nya". Andai suamimu memiliki jabatan tentulah kedua cucu ku akan berada di daycare sampai malam menunggu kedua orang tuanya pulang dari kantor. Ah, pada akhirnya keyakinan yang kita miliki akan membawa kita kepada kebahagiaan, sebagai wanita aku akan memandang wanita yang mampu menerima pasangannya dengan apa adanya adalah wanita yang memesona !

#MemesonaItu Melihat Mereka Sehat


So , cintailah pasangan mu dengan segala kekurangannya karena jauh sebelumnya dia sudah menerima mu dengan segala kekuranganmu juga. Kesempurnaan itu ada dalam hati kita, dan bisa kita ciptakan agar hidup kita sempurna !



#MemesonaItu adalah aku ! Aku menerima suamiku apa adanya, penghasilan tinggi tak menjadikan ku sebagai istri yang lupa akan kodratnya. Aku masih memasak, mencuci baju, dan selalu menyediakan pakaian suamiku di atas ranjang kami, sebagai wanita akupun masih berusaha untuk tampil cantik, berangkat dengan cantik tiba di rumah pun cantik. Lalu memaksimalkan waktu yang aku miliki dengan anak-anak, di pagi hari aku memandikan keduanya, memasak kan bekal mereka selama berada di daycare dan masih bermain di kala malam bertemu kembali , dan untuk diriku akupun tak lupa mencintainya , merawat tubuh sebulan sekali ke salon hanya untuk mendapatkan me time , #MemesonaItu adalah kita ! Semua wanita berhak bahagia, bahagia adalah pilihan maka jadikanlah bahagia sebagai pilihan ! So ladies are you ready ?