#MemesonaItu Aku

by Euis Munawarah / 06 April 2017
“Tujuan hidup di dunia bukan mencari sebanyak apa prestasi yang diraih, tetapi sebanyak apa kebaikan yang diberi” (Euizze)

Judul itu memang terasa amat menyombongkan diri dan terkesan egois. Tapi dalam self-marketing membanggakan diri itu sesuatu yang penting. Bagaimana kita memberikan brand diri kita kepada klien untuk dapat dilihat dari segi kemampuan. Self-Marketing sendiri adalah kemampuan seseorang menjual diri untuk hal yang baik dan memberikan nilai positif ke orang lain. Dalam  hal ini aku tidak akan membahas  apa itu Self-marekting. Karena aku sedang tidak menceramahi orang dalam hal membangun brand untuk dirinya sendiri.
Aku berusaha menjadi sebuah pesona tidak hanya untuk diriku sendiri tetapi juga untuk orang-orang sekitar ku. Menjadi sebuah pesona bukanlah harus menjadi sebuah pusat perhatian dimana seluruh mata tertuju padamu. Tetapi bagaimana kita bermanfaat bagi orang lain dengan sebuah pesona kebaikan yang terpancar dari dalam diri kita. Bagaimana kita bermanfaat bagi orang lain dan memanfaatkan kehidupan kita yang hanya sebentar untuk hal-hal baik.


Aku yaah aku. Aku hanyalah seorang pegawai biasa yang bekerja disebuah institasi pendidikan swasta di salah satu kota besar di Indonesia. Lantas apa aku memesona untuk menjadi seorang yang menginspirasi? Jawabannya tentu tidak. Aku masih banyak belajar dalam menjalani kehidupan. Di tempat ini, di tempat dimana aku bekerja adalah tempat aku tidak hanya mencari rezeki, tetapi juga tempat aku menimba ilmu. Tempat ini banyak merubahku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak hanya rekan kerja, tetapi juga banyak belajar dengan siswa-siswi ku. Mereka merubah penampilan, tingkah laku, dan cara pikirku. Mereka memesona ku dengan cara yang biasa tetapi eksekusi yang sangat luar biasa. Aku yang dahulunya sangat seperti laki-laki, hijab yang ala kadarnya, celana jeans, kemeja atau T-shirt yang selalu menjadi pakaian andalan ku. Tapi dengan banyak berkomunikasi dengan mereka, melihat kehidupan sederhana mereka, aku merasa malu dengan diriku sendiri. Sedikit demi sedikit aku berubah. Dari mulai jilbab yang ku panjangkan, celana jeans yang kutinggalkan, ibadah ku yang ku perbaiki, dan cara bicaraku yang lebih sopan. Aku merasa lebih bahagia dan tenang dengan semua perubahan ini.  kehidupan yang kujalani jadi lebih penuh syukur dan penuh keikhlasan.  Dengan syukur dan ikhlas yang kujalani, aku merasa lebih bahagia.
Rekan kerja
Kebahagiaan itu adalah sebuah fitrah yang sudah ada sejak kita lahir. Jadi sudah seharusnya setiap umat manusia harus bahagia. Sudah seharusnya tidak ada air mata, kesedihan bila kita dapat mencipatkan kebahagiaan kita sendiri. Bukankah Allah sudah menjanjikan kebahagiaan untuk umatnya bila kita mampu bersyukur. Bersyukur adalah unsur wajib yang harus ada untuk menciptakan kebahagiaan. Tanpa rasa syukur, kita akan terus mengeluh dan itulah yang menyebabkan air mata harus jatuh tak terkontrol. Pesona yang tercipta dalam diri tidak bisa direkayasa. Sebaik apa pun kita merekayasanya maka sebaik itu juga rekayasa itu akan terlihat. Yang artinya bahwa sebuah kebahagiaan adalah sebuah pesona yang tercipta di dalam diri dengan kebaikan yang ada di dalam hati. 

Sahabat yang dapat menularkan pesona baik 

Setiap orang dapat menjadi sebuah pesona bagi orang lain, dengan menjadi sebuah manfaat bagi orang lain. tidak harus besar bahkan dengan sebuah kebaikan kecil sekali pun itu akan menjadi sebuah pesona. Bagi ku sebuah pesona itu adalah siswa dan rekan kerja ku. Mereka adalah pesona tersendiri bagi ku. Memesona itu adalah seseorang yang dapat memberikan manfaat yang yang besar walau hanya melakukan hal yang kecil." target="_blank" style="color: rgb(0, 76, 153);">Kamu juga bisa jadi memiliki pesona dengan mengikuti ini

aku, bukan lah berarti selalu aku (penulis) tapi bisa jadi kamu, mereka, kita. Kamu bisa jadi pesona bagi orang lain dan orang lain bisa jadi pesona untuk mu. Jadi bagi ku #memesonaitu adalah bagaimana kita membuat orang lain memiliki pesona yang sama dan bermanfaat. Untuk kemaslahatan umat manusia dan dunia yang lebih baik.  
Students....you change me a lot