#MEMESONA ITU DIPERCAYA OLEH ORANG LAIN

by YUSTINA WAHYUNINGSIH / 06 April 2017
Apa arti pesona? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pesona berarti guna – guna, jampi, mantra, daya tarik, daya pikat. Sedangkan #memesona berarti sangat menarik perhatian, mengagumkan. Melihat arti kata tersebut saya menjadi merenung apakah diri saya bisa dikategorikan memesona? Secara fisik sepertinya kok tidak memenuhi syarat. Saya bertubuh bongsor, wajah saya bisa dikategorikan wajah yang biasa – biasa saja, tidak mempunyai faktor  “wow”, tidak berkulit putih. Mungkin karena tidak memesona itulah hingga hari ini saya belum mempunyai pasangan eh malah curhat hahaha. 


Namun saya teringat bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan pesonanya masing – masing. Sehingga ada satu hal yang membuat saya yakin hal itulah pesona saya. Dari kecil saya punya cita – cita menjadi tenaga kesehatan, dan sayapun memutuskan menjadi tenaga kesehatan bidan. Ternyata melayani ibu dan anak pun menjadi passion saya. Seharusnya  jika sudah menjadi passion pasti tidak akan ada keluhan dan gerutuan dalam menjalani tugas. 



Tugas bidan tergolong berat,yakni  sebagai ujung tombak untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Jika dibandingkan dengan negara – negara tetangga, angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tergolong tinggi. Apalagi untuk teman – teman bidan yang berada di daerah terpencil di mana sangat jarang ditemui  tenaga medis seperti dokter. Tugas pun menjadi sangat berat, ketika di daerah bidan tidak hanya melayani ibu dan anak namun juga melayani seluruh keluarga seperti orang tua, suami anak – anak. 

Contohnya ketika dalam keluarga tersebut salah satu anggota keluarga  yang mengalami penyakit TBC dan mempunyai kebiasaan merokok, tentunya sudah menjadi tugas kita untuk memberikan konseling bahaya menjadi perokok aktif maupun pasif. Ataupun memberikan pendidikan kesehatan pada ibu yang sudah memasuki masa menopouse karena pada saat itu ibu akan mengalami perubahan hormon sehingga menjadi lebih sensitif.


Menyadari beban berat yang harus saya pikul saya tetap berusaha untuk tidak bersungut- sungut ketika ada kasus kegawatan, misalnya harus rela bergadang untuk menunggui ibu melahirkan, sudah begitu saat proses melahirkan terjadi komplikasi seperti perdarahan pula. Selain saya harus berpikir cepat walaupun sudah merasa letih dituntut pula harus tetap tenang agar si ibu tidak ikut cemas dan khawatir memikirkan kondisinya. Tentunya saya akan merasa sangat puas bila kesulitan tersebut dapat terlewati.



Satu hal yang menjadi kebanggaan saya ketika ibu yang mau bersalin atau kontrol kehamilan inginnya diperiksa oleh saya terus menerus. Pernah saya bertanya kepada ibu yang selalu periksa hamil dan senam hamil kok percaya dan hanya mau diperiksa dengan saya. Ibu itu berkata “ Kalau saya periksa sama bu bidan Yustina saya seperti ngobrol dengan teman, penjelasan yang diberikan ibu semuanya masuk diakal dan gampang saya tangkap. Kadang – kadang ada yang menjelaskan kepada saya dengan berbelit – belit jadinya saya enggak mudeng”. 

Memang dalam menyampaikan penjelasan saya harus pintar – pintar memilih kata,harus banyak menggunakan bahasa sehari – hari tetapi tetap dalam koridor kesehatan. Misalnya saat mitos tentang tidak boleh tidur sehabis bersalin karena ibu bisa “bablas”. Memang ada benarnya, diharapkan ibu mengawasi darah yang keluar karena jika tidak si ibu mungkin tidak menyadari jika sedang mengalami perdarahan.


Hal positif lain yang dikatakan pasien adalah ketika di suasana yang sedang tegang – tegangnya saat proses persalinan saya tetap suka tersenyum dan selalu memberi semangat kepada ibu sehingga ibu merasa lebih rileks dan mampu melewati proses persalinan dengan baik.



Memesona tidak melulu bicara tentang kecantikan fisik. Sikap dan tutur kata yang menyenangkan bagi orang lain pun nyatanya dapat menarik perhatian orang lain. Seperti ibu – ibu yang puas saya melayani persalinan mereka dan  berjanji untuk berKB setelah melahirkan dan mengimunisasikan anaknya ke saya menjadi bukti bahwa saya pun memesona. Tentunya akan lebih menarik perhatian lagi jika ditunjang penampilan fisik saya sebagai bidan. 



Ada beberapa hal yang selalu saya perhatikan agar pasien nyaman melihat dan memperhatikan saya dan tentunya untuk lebih memesona.


  •  Tersenyum


Bagaimanapun senyum itu adalah ibadah. Apalah artinya cantik, pintar tapi saat berinteraksi dengan orang lain cemberut dan terkesan galak. Wah, jika ada tenaga kesehatan yang seperti pasien pasti akan kapok dan tidak mau diperiksa lagi.


  •   Menjaga sikap dan tutur kata


Menurut saya ini sangat penting, karena cara kita bersikap dan berbicara mencerminkan kepribadian kita. Tidak semua orang nyaman dengan cara berbicara yang blak – blakan sehingga kita harus pintar – pintar menjaga tutur dan sikap agar orang lain tidak tersinggung. Apalagi ketika berhadapan dengan pasien yang tidak berpendidikan tinggi. Akan jauh lebih baik ketika menjelaskan bahasa medis dengan bahasa yang dapat diterima sehingga pasien tersebut lebih mudah untuk menyerap penjelasan yang kita sampaikan


  •   Mengikuti perkembangan teknologi


Teknologi di dunia kesehatan saya rasakan begitu cepat. Dulu ketika saya kuliah belum ada teknologi USG 3D apalagi 4D namun sekarang nyatanya pemeriksaan menggunakan USG 4D sudah umum dilakukan. Bahkan hasil pemeriksaan USG dapat dibaca dengan menggunakan smartphone. Jika saya tetap terpaku dengan teori lama, wah sudah pasti tergerus zaman.


  •    Menjaga penampilan fisik


Menjaga penampilan fisik bagi saya tidak semata mengenai wajah yang cantik dan badan langsing. Saya lebih mempercayai jika saya akan lebih memesona dengan berpakaian yang rapi, menggunakan wewangian yang tidak menyengat yang dapat membuat pusing orang lain, mengenakan makeup yang sederhana yang tidak membuat saya terlihat menor ataupun pucat. Tidak mengecat rambut saya dengan warna yang berwarna warni.


Saya juga berusaha untuk tidak terlihat sangat gemuk atau kurus agar pasien pun nyaman, untuk itu saya sebisa mungkin meluangkan waktu untuk berolahraga ringan, makan makanan yang sehat dan rutin mengonsumsi vitamin untuk daya tahan tubuh.

Saya rasa dengan melalukan hal – hal diatas apalagi di saat melayani pasien niscaya kita pasti akan selalu terlihat #memesona di mata orang lain dan juga dipercaya untuk menjaga kesehatan mereka.