#MEMESONAITU .....

by Realita Rahajeng Putri / 05 April 2017

Pada jaman konseptual seperti sekarang ini MEMESONA adalah mampu menetapkan visi misi dengan jelas, ditambah merdeka belajar dan bekerja sesuai passion sehingga mampu mendapat finansial yang cukup mapan.






Namun saya memiliki 3 point MEMESONA bagi saya sendiri.

Yang pertama adalah MEMESONA dengan HIDUP PENUH RASA SYUKUR. Yaitu menjalani hidup yang sudah Tuhan berikan dengan penuh rasa syukur setiap harinya dalam keadaan apapun. Besar kecil rejeki yang Tuhan berikan, suka duka, lapang sempit. Tidak membandingkan apa yang Tuhan berikan pada orang lain karena kita hidup dalam time zone kita masing-masing. Contohnya ada Mozart yang sukses di usia muda tapi usianya hanya sampai 35tahun, Kolonel Sanders sukses ketika sudah pensiun dan meninggal di usia yang sangat tua, Obama jadi presiden di usia 50, Trump jadi presiden di usia 70. Tuhan sudah berjanji jika kita bersyukur maka Dia akan menambahkan nikmatNYA. Namun jika kita tidak bersyukur, maka justru musibah dan hal buruk lah yang akan menghampiri. Tertimpa musibah bersyukur, keadaan sempit bersyukur, dan yakin pasti ada hikmah yang indah dalam setiap peristiwa. Sepele memang, namun realita nya tanpa kita sadari banyak diantara kita termasuk saya sendiri secara tidak langsung masih sering tidak bersyukur seperti masih sering mengeluh, punya sifat iri terhadap orang lain meski tersimpan dalam hati. Semoga kita semua semakin pandai dan terus belajar bersyukur.



MEMESONA kedua versi saya adalah HIDUP DALAM 1 MASA. Ada 3 masa dalam hidup, yaitu masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Terkadang yang membuat kita galau adalah karena kita hidup dengan lebih dari 1 masa. Misalnya terlalu mengingat masa lalu dan terlalu membayangkan atau mengkhawatirkan masa yang akan datang. Saya MEMESONA dengan belajar hidup dalam 1 masa saja yaitu masa sekarang. Memanfaatkan waktu yang merupakan karunia Tuhan sebaik-baiknya, semaksimal mungkin setiap detiknya. Setiap hari adalah hari yang penuh berkah dari Tuhan. Berbahagia dan bersyukur setiap hari. Saya belajar dengan tidak terlalu sering mengingat masa lampau dan tidak terlalu memikirkan masa yang akan datang. Tidak mematok dan merinci visi misi, target, cita-cita, mimpi pada masa yang akan datang.

Bukan berarti saya tidak punya tujuan hidup. Tentu saja saya punya, namun saya lebih memilih untuk menyimpan dalam dan sesekali mengingatnya, itupun tidak terlalu bertarget dan terperinci. Hingga saya fokus mengerjakan apa yang saat ini ada di depan mata dengan sungguh-sungguh, semaksimal mungkin, serta penuh rasa syukur dan bahagia. Alhamdulillah setelah saya MEMESONA dengan bersyukur dan hidup dalam 1 masa, apa yang saya dapat sungguh jauh melampaui target dan pengharapan sebelumnya.




MEMESONA yang ke 3 atau yang terakhir adalah NIAT HIDUP HANYA UNTUK TUHAN. Alhamdulillah saya bisa bekerja sesuai dengan passion dari kecil, menggambar, melukis, merancang busana dan aneka ketrampilan ????. Sehingga bekerja siang malam, sering keluar kota, saya tidak pernah merasa lelah karena saya senang dengan apa yang saya lakukan. Untung rugi dalam berbisnis saya tetap senang karena bisa mendapat banyak pelajaran berharga. Dengan senang hati saya membangun bisnis, menabung, mempunyai target. Tapi kemudian semuanya akan sia-sia jika saya meninggal nanti. Sedihnya kita tidak pernah tau kapan Tuhan akan memanggil. Seperti sudah susah payah menambahkan banyak angka, tapi pada akhirnya jadi 0 karena dikalikan 0 (kematian).

Agar semua yang sudah saya raih tidak sia-sia begitu saja setelah saya meninggal, maka saya harus meniatkan hidup saya, segala apa saja yang saya lakukan semata hanya untuk Allah. Sebagai contoh saya bekerja sebagai fashion designer untuk bridal, maka saya niatkan membantu orang lain untuk menyempurnakan agamanya yaitu menikah. Saya menjual batik seragam, maka saya niatkan membantu para murid menimba ilmu. Segalanya diniatkan menolong agama Allah sebagai bekal kehidupan yang lebih baik di akhirat nanti.

Oleh sebab itu maka saya harus mengenal Tuhan saya. Apapun agama kita, tentu semestinya sudah menjadi kewajiban kita untuk mengenal Tuhan kita. Sehingga kita mengerti apa yang DIA suka dan tidak. Apa yang menjadi perintah dan laranganNYA.

Karena saya Muslim, maka sudah menjadi kewajiban dan kebutuhan untuk melakukan ibadah shalat 5 waktu. Saya belajar niat hidup untuk shalat, sedangkan pekerjaan saya dan kegiatan-kegiatan lainnya hanya sebagai pengisi kekosongan menunggu shalat. Itu artinya saya wajib menunaikan ibadah shalat benar-benar tepat waktu tidak ditunda meski hanya sebentar apapun situasi dan kondisinya. Tentu ditambah dengan ibadah-ibadah lainnya.

Seolah memang menyita banyak waktu apalagi jika pekerjaan sedang banyak-banyaknya, tapi Tuhan menolong siapa yang menolong agamaNYA. Efeknya segala urusan dan pekerjaan kita menjadi lebih mudah dan ringan. Rejeki terus berdatangan dengan sendirinya. Jam kerja saya lebih sedikit, tenaga lebih sedikit keluar, biaya promosi tidak sebanyak dulu, tapi rejeki lebih berlimpah.

Maka apapun agama kita, hendaklah kita lebih berusaha mengenal Tuhan kita dan mendekatiNYA. Karena Tuhan maha pemberi rejeki, maha kaya. Ibaratnya Tuhan adalah bos besar kita yang jangan sampai dikecewakan apalagi diabaikan. DIA bisa memberi apa saja bahkan memberi lebih dari apa yang kita harapkan. Maka jangan pernah kita mengecewakan Tuhan kita.



MEMESONA buat saya memang sangat sepele dan siapapun tentu sering mendengar 3 kalimat MEMESONA diatas. Namun saya terkadang merasa berat dan masih dalam tahap terus belajar sampai sekarang.