#MemesonaItu saat Bidadari Cemburu Padaku

by Dhika Suhada IIDN / 05 April 2017

#MemesonaItu saat Bidadari Cemburu Padaku

 

Apa yang terbayang di benak saat disebutkan kata Bidadari? Pernahkah sahabat disini mendengar ungkapan mengenai cemburunya bidadari surga kepada para wanita di dunia? Bidadari yang terlukis di pelupuk mata adalah sesosok wanita berparas ayu, berkulit putih bersih, berpakaian indah, dengan rambut yang tergerai bermahkotakan emas permata. Tutur kata yang lembut, gerakan yang gemulai, tawa yang renyah melekat pada bayangan sosok bidadari. Sungguh pancaran pesona yang sempurna untuk memukau semua kaum adam maupun hawa.

Lalu bagaimana mungkin bidadari mampu cemburu padaku? Parasku tak lagi sesegar bunga mawar. Bentukku tak lagi seindah badan gitar. Usiaku pun sudah menginjak lebih dari 3 dekade. Terkadang senyum di bibir pun menghilang berganti kerut jika harus berjibaku dengan urusan rumah tangga yang tak pernah usai.

Usut punya usut ternyata memang betul ada kunci rahasia agar bidadari cemburu padamu. Apakah itu? Bidadari surga akan cemburu padamu saat engkau mampu menjadi wanita yang taat beribadah mengharap kasih Tuhannya. Wanita yang mampu menjaga ibadah dan akhlaknya, juga menjaga keimanan dan ketakwaan. Jika cobaan datang menghampiri, maka kesabaran dan keihklasan menjadi jawabannya. Jika gemerlap dunia datang menyapa, mampu berdiri tegak bersama iman yang diyakini. Ia bisa menjadi penyejuk bagi orang-orang di sekitarnya. Terpancarkan pesona dari dalam diri secara alami.

Berpredikat sebagai istri mewajibkan kita untuk taat kepada suami. Termasuk didalamnya adalah tugas dan kewajiban seorang istri untuk membuat pasangan bangga memiliki kita sebagai pendampingnya, membuat pasangan nyaman berada di sisi dan menjaga nama baik keluarga. Hal ini tentunya akan membuat para bidadari pun cemburu.

Ternyata #MemesonaItu bagi kaum adam yang telah berkeluarga bukan hanya tentang penampilan atau bentuk tubuh saja. Sesekali waktu coba tanyakan pada pasangan, apa  yang akan membuat dia tetap jatuh cinta seperti saat awal awal masa pernikahan. Bukan lagi tampilan fisik yang menjadi jawaban utama, melainkan pesona dari dalam diri yang akan mampu membuat seorang suami terus menerus jatuh cinta berulang kali hanya kepada satu sosok, yaitu istrinya.

Maka bagi saya, untuk bisa #MemesonaItu diawali mulai detik ini dengan menarik nafas dalam dalam. Lalu menghembuskannya, membiarkan semua beban dan masa lalu yang masih mengendap di hati hilang terurai bersama karbondioksida yang kubuang.  Memulai hari dengan penuh keyakinan. Meskipun hanya berkarya dari rumah, aku adalah ratu dalam keluarga. Aku mampu menjadi kebanggaan suami dan anak anak. Tak perlu lagi malu saat mematut diri di depan cermin.  Memancarkan pesona dari dalam diri yang tercermin dari binar mata yang ikhlas, senyum yang tersungging di bibir, harum yang menyeruak dari tubuh yang bersih dan doa yang selalu terurai dari hati terdalam.

#Memesonaitu adalah saat Bidadari Surga cemburu padaku. Jika bidadari surga saja cemburu, apalagi bidadari dunia. #MemesonaItu saat dimana pasangan tak mampu berpaling dariku. Menerimaku dengan segala kelebihan dan kekurangan. Mau tumbuh bersama, berjalan beriringan untuk terus memperkuat ikatan tali rumah tangga. #MemesonaItu saat  tak akan ada lagi rasa takut, was was dan curiga terhadap pasangan. Kehidupan rumah tangga akan berjalan harmonis dan langgeng sampai maut memisahkan. Dan percaya bahwa nanti akan dipertemukan lagi di surga. Ahh, betapa romantisnya kehidupan berumah tangga.

Terimakasih untuk sang suami, penjaga hati. Semoga aku bisa terus memancarkan pesona ini hanya untukmu. #MemesonaItu aku padamu dan engkau padaku.#MemesonaItu saat bidadari cemburu padaku.