Gila tapi Asyik, Caraku Memesona

by RELINDA PUSPITA / 03 April 2017

Sering lihat jargon Wonderful Indonesiakan, ya? Yang kalau diterjemahkan, menjadi Pesona Indonesia. Nah, kalau diibaratkan Indonesia, secara ada kemirip-miripan dengan nama panggilan, bolehlah saya menyematkan kata pesona di depan nama.

Wonderful Inda.

Pesona Inda.

Hahaha…

Ceritanya, saya, tuh, dibilang anomali di kantor karena dianggap sembrono, tomboi, dan cuek. Kalau dirangkum dalam satu kata, GILA, adalah sebutan teman-teman untuk saya.

Tapi… saya nggak ‘kosong-kosong’ amat, dan teman-teman tahu itu. Saya selalu menyelesaikan tugas kantor dengan tuntas, punya dua gelar master — dalam dan luar negeri — serta punya hubungan baik dengan semua orang dalam satu gedung kantor. Intinya, saya lumayan ASYIK dijadikan teman main dan rekan kerja.

Dengan modal GILA tapi ASYIK, sangat mudah bagi teman-teman untuk mengidentifikasi sosok saya di kantor. Kurang memesona gimana, coba.

Pilihan pakaian dan pemikiran saya, mungkin agak berbeda dari kebanyakan rekan kerja. Mereka mungkin merasa penuh pesona saat berpenampilan formal. Sementara saya, suka-suka. Kadang feminin, kadang tomboi, kadang nyentrik, kadang formal, dan terkadang sulit untuk dikategorikan.

Di kantor, saat rekan perempuan mengenakan sepatu cantik berhak, saya memilih mengenakan sepatu teplek, bot, atau kets, dengan sedikit tambahan aksesori. Kasual, tapi tidak melenceng dari ketentuan pakaian, hanya sedikit lebih kreatif aja.

Bagi yang baru kenal, pasti geleng-geleng kepala melihat gaya saya. Mungkin ada yang berpikiran saya mencari perhatian. Lama-kelamaan, mereka sadar itulah aslinya Inda. Bahkan sering ada yang bertanya heran kalau sesekali saya tampil ‘normal’.

“Mana kalungnya?”

“Mana, botnya?”

“Kok, biasa aja tampilannya?”

“!@#$%…”

Dari segi pekerjaan, kebanyakan teman mungkin bangga diajak sibuk hingga rela lembur di akhir pekan. Mereka berusaha diberi tugas keluar kota, karena bisa sekalian jalan-jalan dan mendapat uang saku. Saya, justru enggan berkutat dengan itu semua. Biarlah tidak pernah dikasih dinas luar, tapi tidak dipersulit untuk menjalankan agenda pribadi.

Iya, saya sering minta izin tidak masuk kantor karena mau liburan. Rasanya lebih nikmat karena dibiayai tabungan sendiri, lalu pulang dengan hati riang tanpa ada beban membuat laporan.

Begitupun di luar jam kerja, saya tergabung dalam komunitas yang anggotanya memiliki beragam pekerjaan. Sesekali saya mengajar les untuk menambah-nambah uang jajan. Saya punya usaha kecil-kecilan, dan juga hobi solo traveling. Ini memungkinkan saya bertemu banyak orang dari berbagai daerah dan negara. Singkatnya, dunia saya tidak hanya sebatas kantor.

Begitulah #MemesonaItu versi saya.

Banyak bergaul dengan orang-orang baru di tempat-tempat berbeda, dan melakukan banyak hal untuk pertama kalinya, sungguh mempengaruhi pola pikir. Saya menjadi lebih percaya diri karena rupanya saya mampu melewati rintangan yang saya hadapi seorang diri di tempat lain. Saya belajar mengatasi persoalan dengan cara damai, karena ternyata, setiap masalah pasti ada penyelesaiannya. Saya juga mampu membedakan cara bagaimana menghadapi berbagai karakter manusia. Yang lebih penting, wawasan dan pengetahuan saya berkembang.

Beranekanya pengalaman dan pergaulan yang dimiliki, menempa saya untuk santai dan banyak senyum dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam dunia kerja. Pikiran positif memudahkan saya untuk berinteraksi dengan orang-orang di kantor. Seandainya rutinintas tugas mulai membosankan, ada teman-teman di bidang lain yang bisa ‘diganggu’ untuk dijadikan pelarian sementara. Ngobrol-ngobrol, gosip-gosip, dan ketawa-ketawa.

Namun, saya sadar tidak hanya batin yang mesti dipupuk untuk menjadi pribadi yang menarik, #MemesonaItu juga harus kasat mata, karena tidak bisa dipungkiri, tampilan fisik adalah yang pertama dilirik orang.

Selain percaya diri dengan apa yang dikenakan, membuka hati, dan melapangkan pikiran, saya juga mencoba menerapkan gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga, khususnya yoga, dan banyak mengonsumsi makanan kaya protein dan serat. Cara ini dapat memperbaiki postur dan membuat badan menjadi lebih lentur. Kulit juga tetap elastis dan cerah karena darah mengalir lancar. Satu lagi, olahraga membantu tubuh memproduksi hormon endorfin yang menimbulkan perasaan rileks dan bahagia dalam diri.

Dengan terpenuhinya kebutuhan jiwa dan raga, tidak ada halangan apapun untuk tampil memesona di depan umum. Tanpa perlu drama panjang, #MemesonaItu akan terpancar secara alami.