#MemesonaItu Milik Setiap Orang

by Rifa Oktavia Almas / 02 April 2017
Setiap manusia pasti memiliki pesonanya masing-masing

Jika saat ini kita merasa tidak ada hal yang menarik dari diri kita, bukan berarti kita tidak memesona. Kawan-kawan pasti tahu tentang batu karbon? Sebuah batu yang berwarna hitam pekat dan tidak menarik sama sekali. Mungkin jika batu itu tergeletak di pinggiran jalan yang ramai dengan banyak orang, tidak akan ada yang memperdulikannya. Semua orang pasti akan mengacuhkannya, menganggapnya tak berharga, tak berguna, dan tak ada manfaatnya.

Namun kawan

Apakah kalian tahu apa yang ada di dalam batu tersebut? Jika batu itu kita poles dengan teliti dan hati-hati, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang menakjubkan yang tersimpan di dalamnya. Nah tepat, kita akan menemukan batu intan. Batu yang semula berwarna hitam, jelek, dan kusam, berubah menjadi batu yang bersih dan berkilau. Kilauan yang sungguh sangat cantik sekali. 

Siapa yang tidak tertarik dengan batu intan? 

Sekarang, jika ada sebongkah batu intan tergeletak di jalanan yang ramai dengan banyak orang, apa yang akan terjadi? Pasti semua akan berebut untuk mendapatkan batu tersebut. Semua pasti akan berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkannya.

Kenapa bisa? 

Batu karbon dan batu intan, keduanya sama-sama sebuah batu. Tapi mengapa terdapat perbedaan perlakuan untuk keduanya? Di satu sisi dia tidak ada yang memperhatikan bahkan memperdulikan, namun di sisi yang lain, banyak orang yang terpana, dan ingin memilikinya.

Seperti itulah pesona

Layaknya sebuah batu karbon, pesona tidak bisa kita dapatkan secara instan. Ia harus melewati banyak proses hingga. Diasah dengan benda yang tajam, dipukul dengan palu yang besar, dan dibakar di atas bara api yang sangat panas. Begitulah proses menjadikan sebongkah batu karbon menjadi batu intan yang berkilau.

Sama halnya dengan sebonghah batu karbon di atas. Semua manusia pasti bisa memesona, tinggal bagaimana caranya agar bisa memancarkan pesona tersebut. Manusia juga membutuhkan proses untuk memesona.

Lantas, bagaimana proses menjadi memesona?

Ada banyak proses dalam kehidupan kita, salah satunya adalah musibah. Saat kita mendapatkan musibah, kita pasti akan merasa sedih, hal yang wajar yang pasti dirasakan oleh setiap manusia. Namun, hal yang menjadi penting disini adalah, bagaimana sikap kita setelah terjadi musibah tersebut? Jika kita tidak berubah menjadi orang yang lebih baik, maka kita akan tetap menjadi manusa yang biasa-biasa saja. Namun, jika dengan adanya musibah itu bisa merubah kita menjadi manusia yang lebih baik, maka disitulah kita akan terlihat memesona. 

#MemesonaItu belajar dari masalah yang kita hadapi, mengambil hikmahnya, dan berubah menjadi diri kita yang jauh lebih baik dari diri kita yang sebelumnya.

Proses dalam kehidupan kita tidak hanya musibah saja. Kita juga sering sekali mendapat nikmat, bahkan sampai tak terhitung nilainya. Bisa terbangun dari tidur dengan kondisi yang sehat, itu merupakan salah satu nikmat. Mendapat rezeki yang halal, itu juga merupakan nikmat. Namun jika kita mendapat rezeki yang sedikit, kita sering mengeluh "Kenapa hanya mendapat sedikit, kenapa tidak seperti orang lain yang mendapat rezeki melimpah?" Ini artinya kita belum bisa mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kita. Sekecil apapun rezeki yang Tuhan beri, sepantasnya kita bersyukur untuk itu. Jika kita bisa seperti itu, maka pesona kita akan terpancar layaknya batu intan.

#MemesonaItu bisa mensyukuri sekecil apapun nikmat yang telah Tuhan berikan untuk kita