Jadi #MemesonaItu, Terus Meningkatkan Kapasitas Diri

by A. Shabrina Afrah IIDN / 03 April 2017

Kalau ditanya tentang definisi memesona versi saya, sepertinya saya perlu berpikir keras. Hmm.. apa, ya? J        

               Kata orang, wanita #MemesonaItu adalah yang cerdas. Karena pada kenyataannya, seorang wanita kerap dituntut serba bisa. Meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan, seorang wanita diharuskan menguasai berbagai disiplin ilmu. Ya ilmu kesehatan, ya ilmu gizi, ya ilmu psikologi, ya ilmu keperawatan, bahkan manajemen finansial keluarga. Apalagi bagi wanita-wanita super yang berkarya di luar rumah sambil menjalankan perannya sebagai istri dan ibu, deretan ilmu yang harus dimilikinya tentu akan bertambah panjang. Heu..

Ada juga yang bilang, seorang wanita yang memesona itu haruslah tangguh, karena ia akan jadi sandaran bagi keluarga dan orang-orang yang dicintainya. Wanita seringkali jadi orang yang beristirahat paling akhir di rumah. Wanita seringkali jadi orang yang paling repot mengurus ini itu demi membahagiakan keluarga. Dan saat masalah datang dalam kehidupannya dan keluarganya, bahkan seorang wanita paling gemulai akan berubah jadi gagah perkasa. Siap bangkit untuk berjuang dan menjaga orang-orang terkasih. Ibaratnya, siap menyelamatkan dunia.. (hehehe.. emang superman?)

 Ini masih kata orang. Seorang wanita yang ideal dan #MemesonaItu haruslah juga punya segudang prestasi. Karena di balik kelembutan seorang wanita, tersimpan potensi yang luar biasa. Bersama sifat welas asihnya, ada kepedulian terhadap sesama. Dalam segunung kegiatan domestik yang harus diselesaikan, ada cita-cita besar untuk mengembangkan diri dan menjadi inspirasi. Singkatnya, wanita tidak boleh hanya menjadi penonton, wanita perlu juga turut punya andil di lingkungannya dan masyarakat.

Kalau mendengar berbagai definisi di atas, tentu terbayang sosok seorang wanita yang keren bin hebat. Udah cantik, cerdas, kuat, berprestasi lagi. Sayangnya, saya bukan wanita super cerdas yang serba bisa. Saya masih sering minder melihat wanita-wanita lain yang sangat kompeten di berbagai bidang, dan tentu juga sukses merawat keluarganya. Saya juga seringkali sulit untuk tetap tangguh di saat problema datang dalam hidup. Ketika masalah melanda, kekhawatiran kadang masih kuat menguasai pikiran, dan saya pun musti berusaha keras untuk menjaga semangat agar tidak padam. Soal prestasi, rasa-rasanya saya juga belum punya pencapaian yang pantas disebutkan. Belum punya peran yang signifikan di lingkungan terdekat saya, apalagi di lingkup masyarakat yang lebih luas bahkan negara.

              Kesimpulannya, rasanya saya masih jauuuh.. dari definisi-definisi memesona menurut khalayak. Kalaupun ada definisi #MemesonaItu yang mungkin masih dekat dengan realitas diri saya, mungkin tak lain adalah: semangat untuk belajar.

Mengapa begitu? Sebab, saya adalah manusia yang memiliki banyak kekurangan dan harus terus menyempurnakan diri. Saya juga harus menerima dengan ikhlas kritik dan saran yang membangun dari orang lain, sebagai alat bagi saya untuk naik ke level selanjutnya. Dengan berbagai ketidaksempurnaan dalam diri saya, saya harus menjaga semangat untuk meng-upgrade diri dan menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Menurut Indari Mastuti, seorang penulis sekaligus CEO Indscript Creative, seorang wanita harus terus belajar, hingga ia belajar layaknya bernapas. Belajar memang seperti menghirup udara, ia adalah kebutuhan dan syarat berlangsungnya kehidupan. Tanpa pembelajaran yang terus menerus, kita tidak akan bisa survive menghadapi kehidupan yang semakin keras. Dengan belajar, kita dapat membekali diri kita dengan ilmu yang bermanfaat, baik dalam mengurus keluarga, berkarir, maupun berbisnis.

Selain itu, perkara belajar tidak melulu berkaitan dengan hardskill. Ada pula lifeskill yang perlu kita kuasai, misalnya tentang bagaimana kita bersabar dalam kesulitan, bagaimana kita mengontrol diri, bagaimana kita menjaga semangat menghadapi tantangan hidup, bagaimana berpikir kritis terhadap kondisi sekitar, dan bagaimana berkomunikasi yang efektif dengan orang lain. Wah, banyak juga ya? Bahkan, belajar bisa mencakup hal-hal lain yang jumlahnya tak terbatas. Karena setiap hari, bahkan setiap menit kehidupan kita adalah pembelajaran yang berharga. Dan hanya dengan belajar, seorang wanita akan terus menjadi dirinya yang lebih baik dari sebelumnya. Singkatnya, #MemesonaItu mungkin adalah ketika seorang wanita tidak mudah berpuas diri dan berusaha meningkatkan kapasitas dirinya.

            #MemesonaItu bukanlah takdir berupa kecantikan atau kecerdasan. Ia juga tidak sesulit jadi tangguh di segala medan atau berprestasi di segala bidang. Jadi #MemesonaItu fitrah setiap perempuan. Jadi #Memesona itu layak diperjuangkan. Because all women need to be outstanding J