#MemesonaItu Mendedikasikan Diri Secara Utuh

by Damar Nur Aisah IIDN / 01 April 2017

Seolah tak ada habisnya untuk menuliskan arti memesona bagi perempuan. Ya, tentu saja karena makhluk sejuta pesona ini memang memiliki berbagai keunikan. Ada banyak hal yang bisa di-explore dari sosok bernama perempuan. Tak hanya anggun dalam bentuk tampilan, tapi jiwa dan pembawaannya acap kali mengundang rasa penasaran.

Ladies, juga pasti merasakan hal yang sama. Bahwa kita sebagai kaum Hawa patut bangga dengan bakat multitasking yang tak bisa diabaikan kaum pria. Bukan itu saja, perempuan adalah sosok yang total dalam menjalankan perannya. Bukan karena ambisi yang berlebihan. Tapi, karena bagi kami salah satu wujud #MemesonaItu Mendedikasikan Diri Secara Utuh dalam setiap peran yang menjadi pilihan.

Ngomongin soal dedikasi, Ladies,  pasti setuju bahwa istilah ini akrab dengan mereka yang terjun di dunia profesional. Ya, tengok saja Christine Hakim yang usianya tak lagi muda. Namun pesona dan kharismanya tak juga dapat digeserkan. Atau Soendari Soekotjo yang sebagian Ladies mungkin tak pernah mendengar namanya. Tapi, beliau terus berkibar sejak zaman orangtua bahkan kakek nenek kita.

Itu hanya sedikit contoh, buah dari dedikasi yang dilakukan secara utuh terhadap bidang yang digelutinya. Maka, Ladies nggak perlu heran. Jika mereka terus memesona meskipun generasi telah berubah haluan. 

I am absolutely agree, bahwa bentuk keseriusan, tanggung jawab dan profesionalisme seseorang dapat dilihat dari caranya mendedikasikan diri terhadap pilihan-pilhan yang telah dibuat. Tidak sebatas menjadi wanita karier dengan sederet penghargaan. Bahkan menjadi "perempuan di balik layar" pun memerlukan dedikasi tinggi di dalamnya.

Ya, dedikasi tidak sebatas di ranah publik. Namun dalam lingkungan domestik pun diperlukan dedikasi untuk mencapai hasil yang maksimal. Tentu saja mendedikasikan diri harus dengan sepenuh hati. Agar tidak memberikan celah untuk munculnya rasa menyesal atas segala pilihan.

Buat Ladies yang terbiasa dalam lingkungan dunia kerja. Pasti lebih mudah mendefiniskan makna mendedikasikan diri. Mengapa? Karena ruang lingkup dan jenis pekerjaan yang menuntut dedikasi kita jelas. Ada yang memantau dan mengevaluasi. Ada hasil yang berupa prestasi atau pencapaian-pencapaian dalam organisasi.

So. how about me? Perempuan yang telah mengakhiri seluruh eksistensi dirinya di ranah publik.  Apakah saya masih memiliki peluang untuk mendedikasikan diri saya secara utuh? Yap, mungkin Ladies sekalian ada yang telah menentukan pilihan seperti saya. Dan kabar gembiranya, kita tak perlu khawatir kehilangan pesona. Karena dari manapun tempatnya, pesona mutlak milik kita yang mampu menebarkan aura optimisme dan kebahagiaan.

Nah, Ladies! Sekedar berbagi nih. Beberapa hal ini sangat membantu saya hingga menemukan makna dedikasi diri sebagai "perempuan di balik layar" Mungkin juga dengan kalian, who knows?


Berkontemplasi 

Secara harfiah, kontemplasi berarti merenung, berpikir sepenuh hati hingga menemukan kebulatan tekad. Hal ini bisa Ladies lakukan sebelum menentukan pilihan, atau bahkan ketika telah mengambil keputusan. Tidak masalah mau kapan, karena tak ada kata terlambat. Tapi Ladies harus pastikan melakukan ini sebelum melangkah.

Mengapa? Agar Ladies benar-benar tahu apa yang diinginkan. Sehingga tidak membuat keputusan yang terkesan asal-asalan. Even untuk menjadi perempuan yang hanya mendedikasikan diri di ranah domestik. Menjadi Ibu rumah tangga pun butuh kebulatan tekat dan niat tentunya.


Stay Focus and Make Priority

Setelah tahu apa yang diinginkan, maka saatnya take action. Fokus dan membuat prioritas dari sekian banyak hal yang menuntut dedikasi diri. Karena tak dapat dipungkiri terlampau banyak to do list yang tak mampu didefinisikan dengan istilah tertentu dalam ruang lingkup rumah tangga. Sedangkan tenaga dan waktu adalah keterbatasan yang tidak dapat dihindari.

Maka membuat prioritas dan fokus mengerjakannya adalah sebuah solusi. Bukan hanya tentang mencapai ketuntasan. Namun tentang cara mendedikasikan diri secara total tanpa merasa terbebani.


Enjoy Every Moment Even Doing Some Mistake

Ya, namanya juga manusia. Wajar jika melakukan kesalahan-kesalahan kecil. Berhenti sejenak, evaluasi, kemudian tertawakan kesalahan kita. Tertawa merupakan cara paling ampuh untuk meringankan beban.

Keberanian untuk menertawakan diri sendiri merupakan salah satu penerimaan diri dan segala kekurangannya. Mampu berdamai dan tahu bagaimana  belajar dari kesalahan. So, tidak hanya pelajaran untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Tapi mampu menarik hikmah dari setiap kejadian.


Smile and Never Give Up

Selalu tersenyum dan jangan berhenti melangkah. Siapapun kita, pasti ada masanya "jatuh" dalam lubang yang bernama lelah, kemudian menyerah. Tetap tersenyum, dan jangan berkata "Aku kalah". Kembali berkontemplasi dan perbaiki niat.

Jangan lupa bahwa kita sedang mendedikasikan diri untuk sesuatu yang penting bagi kita. Yang benar-benar Ladies mau dan telah pikirkan dengan matang. Menyerah memang mudah, tapi menyesal adalah buntut yang tidak diinginkan. Maka terus bergerak dan melangkah adalah sebuah pesona yang tak dapat ditolak oleh alam.

So, paham kan mengapa kalian begitu memesona? Karena kalian mampu meyakinkan diri untuk mengabdi pada keinginan yang berujung keberhasilan, kebahagiaan diri. Itulah mengapa #MemesonaItu Mendedikasikan Diri Secara Utuh. Karena Ladies tahu ke mana harus bergerak, memiliki keyakinan dan tak lelah mengusahakannya.

Keep rocking, Ladies!