#Memesonaitu Kala Kita Bisa Berkarya dan Menginspirasi

by Dwi Arumantikawati IIDN / 01 April 2017

Hidup hanya sekali,


Jangan menua tanpa karya dan inspirasi
-Ridwan Kamil-

Terlalu sayang membiarkan waktu berlalu begitu saja. Kadang kita terutama saya suka gak sadar bahwa detik demi detik terlewati tanpa hal berarti. Baru merasakan pagi, tahu-tahu sudah siang, baru makan siang tahu-tahu sudah sore, baru main sama anak, tahu-tahu sudah jamnya me-ninabobo-kan. Lalu setelah dicek, kok hari ini saya berasa belum ngapa-ngapain ya? Target nulisbelum tercapai, kerjaan rumah belum kelar, me-time amburadul, aahh gak tau itu waktu habis untuk apa saja. Akhirnya yang ada menyesal, merasa bersalah, dan punya target dobel untuk hari selanjutnya.

Dan pernah suatu ketika saat saya membuka facebook melintaslah seorang sahabat di beranda yang ternyata di usianya yang masih belia, beliau sudah mencetak banyak karya dan yang pastinya menjadi inspirasi bagi sesama. Terus saya iri? Iya dong. Saya iri karena saat saya berada di usianya, saya belum berpikir sejauh dia. Apalagi hingga menghasilkan karya. Dulu prinsip hidup saya ya mengalir saja seperti air, entah mau dibawa ke mana hidup ini. Apakah berakhir indah di luasnya samudera atau terhenti di sumbatan aliran air yang penuh sampah-sampah? 

Kalau kita mau concern sedikit saja, ada banyak jalan yang bisa ditempuh untuk berkarya. Misalnya saja bagi kamu yang suka musik, kamu bisa bernyanyi dan menginspirasi lewat lagu. Asalkan fokus dan disiplin itu semua hanya tentang waktu untuk berada di puncak popularitas. Contohnya saja Fathin Sidqia Lubis. Kamu pasti tahu kan siapa gadis cantik ini? Lewat musik ia bisa berkarya dan menginspirasi anak-anak muda seusianya. Bagi saya Fathin ini sangat memesona. Kini tawaran bernyanyi datang dari mana-mana, bahkan bernyanyi di luar negeri pun bukan lagi menjadi suatu khayalan baginya. Ya itulah arti memesona bagiku. #Memesonaitu mampu berkarya dan menginspirasi orang-orang untuk menjadi lebih aktif, produktif, serta bermanfaat. 

Sekarang, saya coba lupakan masa lalu dan fokus dengan apa yang bisa saya lakukan detik ini juga. Karena inilah waktu yang saya miliki. Sejenak saya berpikir dengan jalan apakah saya memutuskan untuk berkarya dan menginspirasi? Kegundahan yang melanda tanpa saya sadari jatuh pada bidang kepenulisan. Dari sekadar curhat di blog hingga akhirnya bisa menorehkan nama dalam sebuah buku itu rasanya memang luar biasa. Atas izin Allah itu bisa terjadi. 

Karir saya di bidang ini bisa dikatakan masih seumur jagung namun kecintaan saya terhadap dunia ini seolah sudah sejak lama saya geluti. Menulis telah memberi saya energi, untuk berbagi, menginspirasi, serta memberi manfaat. Menulis juga yang menjadi salah satu terapi saya ketika sedang down. Bahkan ketika sesuatu berjalan tidak sesuai rencana. 

Sebagaimana konsep kekekalan energi bahwa energi tidak bisa dimusnahkan, ia hanya bisa berubah bentuk menjadi energi lainnya. Begitulah ketika energi negatif hadir dalam diri saya, saya akan segera memindahkannya dalam bentuk tulisan. Entah di kertas yang kemudian akan saya buang, atau di blog pribadi yang saya kunci, atau menjadi draf untuk calon buku kelak. 

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah." 
-Pramoedya Ananta Toer- 

Bagi saya quote dari sang maestro di bidang kepenulisan tersebut sudah cukup untuk terus bergerak, berkreasi, hingga menciptakan suatu karya yang bisa menginspirasi. Bagaimana dengan kamu? Dalam hal apakah kamu ingin berkarya? Masih adakah alasan bagi kita untuk tidak berkarya?