#MemesonaItu Ada Pada Pribadi yang Menerima dan Jujur pada Diri

by Ophi Ziadah KEB / 01 April 2017
Hmm pasti subyektif banget ya kalau ditanya apa sih #Memesonaitu versi kamu? Semua orang pasti punya versi tersendiri. #Memesonaitu dekat dengan sesuatu yang keren yang membuat kita terkagum-kagum dan iri, Artinya bakal jadi subyektif kan kalau menentukan soal keren atau tidak keren, karena akan kembali pada selera dan kecenderungan masing-masing orang. 


Kamu yang berusia 17 tahun atau kamu yang baru memasuki usia 25 tahun mungkin memiliki pandangan yang berbeda dengan kami eh saya di usia matang baca usia cantik. Buat kami yang sudah menapaki jalan hidup sedikit lebih lama, #Memesonaitu menjadi lebih substantif dibandingkan apa yang tampak dari luar. Jiyaah apa sih ini bahasanya. Jangan berat-berat pliiis

Jadi #Memesonaitu apa sih versi Mom of Trio? Berdasarkan hasil kontemplasi, Setidaknya pribadi yang #Memesonaitu haruslah mereka yang bisa menerima diri dan jujur pada diri. Kalau menurutku itu yang minimal yaa. Kalau dua ini tidak terpenuhi, mungkin gak ya bisa memesona? Hmm rasanya enggak!

#Memesonaitu Menerima Diri Penuh Rasa Syukur

Duuh kok kulitku gak seputih dan semulus Melati. Rambutku gak sehitam dan selebat Mawar. Hidungku gak semancung Lily. Badanku gak seramping dan setinggi Anggrek. Iya pastinya, karena setiap diri kita unik. Kita gak perlu menjadi siapapun kok untuk menjadi sosok yang memesona. Jadi diri sendiri aja! beneran.

Well kamu mungkin memang gak seputih Melati, tapi kamu punya senyum manis dan bola mata ala pingpong yang sangat menarik. Rambutmu tak seperti milik Mawar, tapi harum dan terawatnya tentu membuat semua hari-harimu makin segar dan bersemangat bukan? Well kalaupun ternyata saat ini belum seramping dan seideal Anggrek, tapi kalau kamu fit dan segar dengan menjadi dirimu sendiri pasti tak kalah menarik dari Anggrek.

#Memesonaitu ketika hati kita penuh rasa syukur dengan apa yang ada pada diri kita Mampu mengidentifkasi kekurangan dan kelebihan diri. Yang kurang, yuuk kita perbaiki tanpa harus memaksakan diri berubah dan mencapai target tertentu yang tidak realistis. Trus, pasti kan ada sisi lebih dari diri kita, gali terus potensinya, asah, dan jangan lupa syukuri.

Tanpa rasa syukur dan percaya menjadi diri sendiri, rasanya tak mungkin #Memesonaitu menjadi bagian dari citra diri kita. Jadi PD aja deh, kamu tuh unik dengan apa yang ada di dirimu. Jika sulit mengidentifikasi diri, kita bisa banget ajak teman dekat atau keluarga untuk membantu. "Hmm coba deh bantu aku, sebutin dung apa aja sih kelebihan dan kekuranganku..."

Biasanya mereka yang punya penerimaan dan kebanggan terhadap diri menjadi sosok yang unik dan punya rasa percaya diri yang tinggi.  Kalau saya sebut Ibu Susi Pujiastuti, tergambar kan sosok memesona yang saya maksudkan? Ibu Susi terlihat sangat enjoy menjadi dirinya sendiri. Tentu Ibu Susi bukan sosok sempurna tapi penerimaan diri yang tinggi terhadap dirinya dan kemudian bahkan mengelolanya sedemikian justru menjadi nilai lebih dari dirinya.

Jika kita sendiri tidak bisa menerima diri kita, jangan berharap orang lain bisa. Menarik dan #Memesonaitu hanya jika kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri. Yang perlu dilakukan untuk nyaman menerima diri tentu bisa mengelola ketidaksempurnaan kita sehingga tidak menjadi penghalang untuk terus maju, terus bergerak, dan terus berbagi manfaat. 

Karena, percayalah tidak ada manusia yang sempurna. Beneran deh! Dian Sastro juga manusia dan Ia tidak sempurna meski kita melihat dia seolah sangat sempurna dan sedemikian memesona. Bisa jadi karena Dian fokus pada kelebihan dan potensi dirinya. Kekurangan atau ketidaksempurnaannya tidak dijadikan masalah atau hambatan. Sehingga kita sebagai pihak luar sama sekali tidak menemukannya. She looks so perfect atau lebih tepatnya dia sangat memesona tanpa cela.

Mom of Trio pernah bercerita dalam blog ini tentang sosok Anni Aryani yang dengan keterbatasan fisiknya terus menebar manfaat dan menginspirasi semua orang. Well, mbak Anni Aryani ini menurut saya sosok yang memesona. Yang menjadikan keterbatasan sebagai pemicu untuk terus berbagi dan bermanfaat bagi lingkungannya. Mba Anni menerima kondisi fisiknya dan tidak menganggapnya sebagai penghalang untuk terus berprestasi. Kece kan? Keren kan? Buat saya itu memesona. Iya, #Memesonaitu salah satu seperti yang dilakukan Mba Anni dalam keterbatasannya.

Hmm kalau belum tahu cerita Mba Anni, bisa banget mampir ke sini dulu deh!

Selain menerima diri, Sosok yang #Memesonaitu pasti pribadi yang jujur.



#MemesonaItu Hanya ada pada Pribadi yang Jujur

Masih terkait dengan penerimaan diri, selanjutnya memesona hanya bisa muncul dari aura seseorang saat ada kejujuran di sana. Jujur terhadap diri, juga terhadap orang lain dan lingkungan tentunya. Jujur itu artinya tidak berusaha menjadi orang lain, sosok lain, atau meminjam profil orang lain.

Jujur itu mutlak deh! Secantik dan sesempurna apapun fisik seseorang tanpa sifat dan karakter jujur rasanya gak ada gunanya. Pembohong dan penipu tidak pernah bisa memancarkan citra diri yang sesungguhnya, bagaimana mungkin ada pesona di dalam kepalsuan. Hmm atau pesona yang palsu mungkin. Segala sesuatu yang palsu tidak pernah bertahan lama. 

Berbohong dan menipu diri memiliki makna yang lebih dalam. Kita sangat mungkin berbohong atau "tipu-tipu" kepada orang lain. Bahkan jika kita menyusunnya dalam sebuah drama yang sangat sempurna dan tak bisa diendus oleh siapapun bahkan oleh orang terdekat kita. Tapi berbohong pada diri sendiri? Menipu diri? Siapa yang bisa melakukannya?

Era millenial seperti sekarang membuat setiap orang terutama para social media activist (termasuk saya mungkin) bisa dengan mudah menjadi tidak jujur di dunia maya. Mengarang cerita atau berhalusinasi dengan tujuan apapun. Entah untuk mencari perhatian, menginginkan pujian, mengambil keuntungan, atau sekedar pelarian dari kenyataan. Setiap orang termasuk kita tentu sering tergoda untuk menjadi sosok "ideal" yang mungkin kita impikan meski hakikatnya tidak demikian. 

Kadang kita tergoda untuk melebihkan dan membumbui apa yang terjadi dalam hidup kita di status media sosial atau di tulisan kita di dunia maya. Pada awalnya mungkin menyentuh, mengharu biru, mengundang decak kagum, menarik perhatian, tapi sampai kapan? Segera setelah semua orang di jagat maya yang belakangan semakin kritis menyadarinya, selesai sudah pesona palsu yang kita tebarkan.

Jujur sebagai syarat pribadi yang memesona juga berarti tidak merasa tertekan dengan kekurangan yang kita miliki. Kesedihan yang mungkin menyapa hari-hari kita, rasa lelah yang mendera yang ingin membuat kita berhenti barang sejenak, atau sekedar kekonyolan yang membuat kita malu.

Tidak ada yang salah dengan merasa sedih, merasa konyol, merasa lelah, atau merasa malu. That's human dan sama sekali tidak mengurangi pesona kita saat kita mengekpresikannya dalam bentuk yang wajar dan pada tempatnya.

Jujur saja saat kita butuh bahu untuk bersandar, tangan untuk digenggam, atau sekedar telinga untuk mendengar. Hmm tapi tentu kita harus tahu tempat, waktu, dan sosok yang tepat. Bukan dengan mengumbar ke mana-mana. Percayalah bahwa ada yang siap menjadi tempat kita bersandar, menggengam, dan mendengar. Bahka jika kita merasa sangat "sendiri". Kalau saya sih percaya Tuhan ada di sana, saat kita membutuhkanNya. Dimanapun dan kapanpun.

Mungkinkah Menjadi Pribadi #Memesonaitu?

Kalau kita sudah menerima diri, menjadi pribadi penuh syukur, serta jujur pada diri sendiri, maka sudah menjadi modal yang cukup untuk menjadi diri yang memesona. Karena selanjutnya #Memesonaitu bisa kita ciptakan. Iya, kita bisa melatih diri untuk menjadi diri yang memesona setelah memenuhi syarat minimal tadi.

Karena pribadi #Memesonaitu juga bisa ada pada mereka selalu punya energi positif untuk menggerakkan diri ke arah yang lebih baik, bahkan mampu menggerakkan orang lain. Pribadi #Memesonaitu ada pada mereka yang memiliki mimpi dan berjuang untuk meraihnya. Pribadi yang #Memesonaitu ada pada mereka yang tulus berbagi bahagia kepada setiap orang bahkan jika hanya dengan senyum tulus. 

#Memesonaitu juga ada pada pribadi yang bertanggungjawab, penuh komitmen, dan selalu berusaha yang terbaik. Pribadi yang #Memesonaitu juga ada dalam diri yang terjaga dari sikap arogan. #Memesonaitu juga akan mudah dipancarkan jiwa yang bahagia. Jadi jangan lupa untuk bahagia.  

Yang pasti, #Memesonaitu bisa ada pada siapapun, termasuk saya dan kamu. Dengan apa adanya kita dan dengan kejujuran yang kita punya. Yuuk jadi pribadi memesona :)

Oh iya, menurutmu #Memesonaitu seperti apa?