#MemesonaItu adalah saat berbeda, tapi tidak menyalahi aturan yang ada

by Andy Hardiyanti Hastuti KEB / 31 March 2017

Apa arti #MemesonaItu menurut kamu?

Ah, tidak. Kali ini menurut saya. Karena saya yang akan menulis, saya yang akan memberikan pendapat. Pertanyaan itu tadi tidak lain adalah pertanyaan yang tayang di beranda situs ini. Iya kan?

Kalau saya melontarkan pertanyaan tersebut ke kamu, nanti kamu bakal menjawabnya. Di mana? Di kolom komentar mungkin. Tapi sayangnya tidak ada disediakan kolom komentar di sini. Kemudian kamu bingung, saat diberi pertanyaan, namun tidak dikasih tempat untuk menjawab. Kalau kamu langsung jawab secara lisan, apa kamu yakin ada yang mendengar jawabanmu? Tidak juga kan?

Makanya, kali ini biarlah saya yang menjawab apa sih #MemesonaItu menurut saya.

--

Ribet sekali jadi saya ya? Kata pengantarnya saja sudah memakan 100 kata.

Percayalah, yang barusan tadi terlalu bagus disebut kata pengantar. Bahkan lebih tepat jika dijuluki basa basi belaka. Tahu tidak, menulis 500 kata itu bukan hal yang mudah. Jika dilakukan saat malam hari, saat kamu sedang lapar dan ngantuk sekali. Saat kamu bimbang menentukan, harus menuntaskan rasa lapar atau memilih ke tempat pembaringan. Padahal kenyataannya, kamu sedang mengetik untuk mencapai kata ke-200 sambil menahan dua rasa sekaligus: lapar dan kantuk!

Itulah mengapa saya bilang 500 kata ini terasa berat. Sebab alasan demikian.

Lalu kamu sudah bosan dan menyesal mengapa memilih membaca lebih lanjut tulisan ini. Mohon maaf. Beginilah #MemesonaItu menurut saya.

Saat kamu berbeda, tapi tidak menyalahi aturan yang ada.

Eh, salah. Seharusnya: Saat saya berbeda, tapi tidak menyalahi aturan yang ada.

Iya, kan tadi perjanjiannya di awal tulisan bahwa semua ini menurut saya, bukan kamu.
-

Oke. Jadi #MemesonaItu adalah saat saya berbeda, tapi tidak menyalahi aturan yang ada.

Iya, sesederhana itu. Contohnya pun tidak jauh. Tulisan ini bisa menjadi salah satunya. Saya bingung, saya buntu. Hampir semua gambaran #MemesonaItu sudah dipaparkan teman-teman di artikel-artikel sebelumnya. Sebagai penulis kesekian, saya bisa apa?

Saya lalu membaca setiap artikel yang ada. Dan ya, inilah bentuk #MemesonaItu versi saya. Kamu, para pembaca, saya ajak wisata kata terlebih dahulu. Kita ini orangnya senang jalan-jalan, bukan? Jalan-jalan di satu tulisan saya bisa jadi salah satu pilihannya.

-

#MemesonaItu adalah saat saya berbeda, tapi tidak menyalahi aturan yang ada

Tidak di sini saja. Ayo kita bertemu, di dunia nyata saya pun sering berbeda. Saat teman-teman sibuk dengan tas-tas kece ala sosialita, saya malah tetap setia dengan ransel hitam yang selalu saya bawa ke mana saja. Saat ada undangan, para teman mengenakan tas bling-bling khas pesta, maka jangan terkejut bila saya hadir dengan menenteng tas kamera.

Mereka tidak salah, saya juga tidak salah. Tapi demikianlah #MemesonaItu menurut saya. Saya terlihat berbeda, tapi apa saya menyalahi aturan yang ada? Saya rasa tidak. Saya harap kamu juga beranggapan yang sama. Biar apa yang saya paparkan sejak awal tidak sia-sia.

Iya, seperti tulisan yang kalian baca ini. Mengajak kalian berwisata kata, berputar-putar di satu tulisan yang sama. Tapi coba tanyakan ke penyelenggara, apa tulisan ini menyalahi aturan yang ada? Saya harap tidak. Dan jika kamu berhasil membacanya, berarti memang tidak. Sebab penyelenggara meloloskannya untuk memberi kalian kesempatan membaca.

Membaca tulisan yang mengajak kalian berputar-putar.

-

Ah, ya. Lalu bagaimana caranya agar bisa tampil memesona?

Seperti yang saya katakan. Jadilah berbeda, dengan tidak keluar dari aturan yang ada. Karena kalau sudah menyalahi aturan itu namanya bukan memesona, tapi menyalahi aturan. Eh benar kan?

Pun tidak selalu harus berbeda. Paling penting adalah tentang bagaimana #MemesonaItu adalah kamu menurut kamu, sedemikian halnya #MemesonaItu adalah saya, menurut saya.

Bagaimana kamu nyaman menjadi dirimu. Meski berbeda, namun tidak keluar dari aturan-aturan yang ada. Seperti halnya saya merasa nyaman menjadi diri saya, yang meski berbeda, namun tetap berada dalam lingkaran-lingkaran aturan yang ada.

Semoga kamu pun saya yang sudah mengajakmu berwisata kata, bisa sama-sama mengerti.