#MemesonaItu Mampu Membagi Waktu untuk Keluarga dan Pekerjaan

by Indiana Ayu Alwasilah / 11 April 2017

"Build up your weaknesses until they become your strong points". -Knute Rockne

Setiap wanita memiliki perannya masing-masing. Ada yang berperan sebagai profesional, ibu rumah tangga, ibu bekerja, dan sebagai peserta didik di bangku formal. Saya Indiana Ayu Alwasilah, berperan sebagai seorang ibu rumah tangga yang bekerja.

Rasanya saya menghadapi tantangan para ibu rumah tangga dan ibu bekerja sekaligus. Tantangan terberat bagi saya adalah manajemen waktu. Seringkali waktu 1 x 24 jam tidak pernah cukup untuk menyelesaikan tugas saya sebagai ibu dari Semesta (4 tahun 2 bulan) dan Kelanabumi (1 tahun 9 bulan), dan tugas saya sebagai Academic Director di Semesta Learning Evolution.

Dibalik tantangan tersebut, ada keuntungan yang mungkin tidak bisa dimiliki oleh semua ibu bekerja: saya bekerja bersama suami di tempat yang sama.

Setiap hari saya dan suami membagi tugas. Biasanya di pagi hari, saya yang bertugas menyetrika pakaian dan menyiapkan anak-anak untuk mandi dan berpakaian, sementara suami bertugas menyiapkan sarapan dan bekal makan siang, serta merapikan kamar. Setelah itu, kami berempat berangkat ke kantor yang berjarak sekitar 10 km dari rumah. Kami selalu membawa setidaknya empat tas, karena perlengkapan anak-anak memang lebih banyak dari orang dewasa.

Selama jam kerja, kami bekerja sambil mengurus anak-anak yang sedang senang sekali mengeksplorasi banyak hal, dan kami tidak bisa membiarkan mereka tanpa pengawasan. Terlebih lagi, rentang perhatian (attention span) mereka masih pendek dan cepat merasa bosan, sehingga mereka selalu haus akan variasi aktifitas yang menarik.

Saat ada cukup banyak pekerjaan, saya selalu merasa bersalah karena terlalu lama membiarkan anak-anak bermain sendirian. Ketika hari menjelang malam namun pekerjaan masih belum selesai, saya pun melanjutkan pekerjaan di rumah saat anak-anak sudah terlelap. Maka dari itu, saya cukup sering menghabiskan malam tanpa tidur yang cukup. Terkadang, target penyelesaian pekerjaan pun tidak sesuai harapan, karena manajemen waktu yang tidak terorganisir dengan baik.

Akibat manajemen waktu yang buruk tersebut, saya merasa tidak bugar dan sehat. Di siang hari pun saya sering mengantuk dan sulit berkonsentrasi.

Pada saat itu, saya berada pada titik di mana saya harus mentransformasi kekurangan saya tersebut menjadi sebuah kekuatan. Karena anugrah yang saya miliki saat ini, merupakan hadiah terbaik bagi seorang ibu rumah tangga yang berkesempatan untuk mengaktualisasikan dirinya.

Maka, saya pun memanfaatkan berbagai media untuk membantu saya mengatur jadwal dengan baik. Saya membeli sebuah customized agenda yang isinya terdiri dari kalender dan to-do list, dan juga saya membeli pulpen berwarna dan stiker, agar saya lebih semangat mencatat di agenda tersebut. Saya pun menggunakan ponsel saya dan memanfaatkan aplikasi Calendar, To-do List, Trello dan juga Sticky Notes.

Untuk pekerjaan saya sebagai ibu, saya membagi tugas dengan suami. Kami mengatur tugas sefleksibel mungkin, dan memilih beberapa pekerjaan diselesaikan di akhir pekan bersama-sama. Misalnya mencuci dan menyetrika pakaian, membersihkan lemari es, belanja bulanan, dan lainnya.

Mengenai pekerjaan saya di kantor, saya mulai mengatur dengan tugas mingguan saya dan mencatat setiap detail kegiatan yang harus dilakukan, dengan diberi tambahan informasi mengenai tenggat waktunya. Saya tidak menggunakan reminder, karena suami saya adalah seorang pengingat yang baik bagi saya yang pelupa.

Maka, menurut versi saya, #MemesonaItu adalah mengatur waktu dengan baik untuk keluarga dan pekerjaan.

Alhamdulillah, keluarga kami tumbuh bersama dengan baik dan dilimpahi kebahagiaan. Terima kasih untuk suami yang selalu mendukung saya dengan mengerjakan pekerjaan ibu-ibu ketika saya sibuk mengerjakan hal-hal lain yang mendesak.  We've made a great team! :)

#MemesonaItu

#MemesonaItu